100 Dapur MBG Sudah Menjangkau Pelosok NTB
Mataram (NTBSatu) – Badan Gizi Nasional (BGN), sudah membangun setidaknya 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil yang ada di NTB.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN NTB, Eko Prasetyo menyampaikan, ratusan dapur MBG yang menjangkau daerah terpencil ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
“Jumlahnya diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 unit dapur MBG di daerah terpencil NTB,” kata Eko, Kamis, 23 April 2026.
SPPG di daerah terpencil merupakan prioritas BGN untuk mempercepat pemerataan Program MBG. Fokusnya pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Oleh karena itu, kata Eko, fasilitas ini tetap beroperasi meskipun melayani jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang. “Ini sebagai bentuk komitmen pemerataan layanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di daerah terpencil fokusnya pada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita. Termasuk non-PAUD, serta anak sekolah tingkat PAUD/SD/SMP/SMA/Pesantren.
Jaga Kualitas Makanan
Sementara itu, untuk menjaga kualitas makanan, BGN memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam memberikan masukan menu. Namun, ada imbauan untuk menghindari makanan berkuah seperti soto guna meminimalkan risiko gangguan distribusi atau kualitas.
“Kami terbuka terhadap masukan dari sekolah. Jika ada keluhan, sebaiknya langsung disampaikan ke kepala penyedia layanan agar bisa segera diselesaikan,” jelasnya.
Menyinggung skema prasmanan dalam penyajian MBG, Eko belum bisa menyimpulkannya. Sebab, dalam aturannya harus menggunakan ompreng.
Belum lagi, setiap makanan yang disajikan harus memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan. “Setiap porsi makanan telah dihitung secara detail sesuai kebutuhan gizi tiap kelompok usia,” katanya.
Sebagai informasi, dalam evaluasi terbaru, sekitar 149 fasilitas tercatat mengalami suspensi sementara, terutama terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Jumlah ini setelah pencabutan suspend terhadap ratusan dapur beberapa waktu lalu.
“Target kita bukan angka tertentu, tapi 100 persen anak Indonesia menerima MBG. Kalau masih ada yang belum terlayani, segera laporkan ke Satgas agar bisa langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia berharap dengan kolaborasi semua pihak, percepatan program MBG dapat segera tercapai sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang tidak mendapatkan akses makanan bergizi. (*)



