Lombok Barat

Rencana Pelebaran Jalan Soekarno-Hatta Gerung Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Lombok Barat (NTBSatu) – Rencana pelebaran Jalan Soekarno-Hatta di Gerung tepatnya di depan Kantor Bupati Lombok Barat, masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Meski progres keseluruhan telah mencapai sekitar 95 persen, sejumlah titik lahan masih dalam tahap negosiasi dengan pemilik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Barat, Deny Arif Nugroho mengungkapkan, upaya perluasan jalan tersebut sebenarnya sudah berjalan cukup jauh. Namun, penyelesaian pembebasan lahan menjadi faktor penentu sebelum proyek fisik bisa mulai sepenuhnya.

“Teman-teman PU sudah berupaya untuk perluasan lahan. Prosesnya sudah sekitar 95 persen, tinggal komunikasi dengan pemilik lahan yang masih bermasalah,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan jalur strategis yang menghubungkan Gerung hingga Bandara Internasional Lombok (BIL). Karena itu, pembebasan lahan menjadi tahapan krusial yang harus pemerintah daerah tuntaskan.

“Ini sudah lama direncanakan, terutama untuk segmen yang tembus ke BIL. Jadi sekarang fokusnya memang di pembebasan lahan,” jelasnya.

Deny mengakui masih ada beberapa titik yang mengalami kendala, salah satunya di kawasan sekitar Baital Atiq. Namun, pihak pemerintah daerah terus melakukan komunikasi intensif agar proses tersebut segera rampung.

“Memang ada beberapa titik yang masih terkendala, tetapi itu masih dalam proses komunikasi,” katanya.

Kebutuhan Mendesak Perkembangan Kota Gerung

Ia menegaskan, pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak bagi perkembangan Kota Gerung. Menurutnya, infrastruktur jalan yang sempit akan menghambat pertumbuhan kawasan, terlebih dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Kalau Kota Gerung dibangun tetapi jalannya masih kecil dan tidak terurus, tentu akan jadi masalah. Kita lihat saja saat event seperti Night Run kemarin, langsung terasa padat,” ungkapnya.

Pemerintah daerah menargetkan, jika pembebasan lahan dapat selesai tahun ini, maka pembangunan fisik jalan juga bisa segera dalam waktu yang sama. “Kalau pembebasan lahan selesai tahun ini, kita harapkan pelebaran jalan juga bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Namun demikian, Deny tidak menampik adanya tantangan dari sisi anggaran. Kondisi efisiensi di tingkat pusat serta dinamika global turut memengaruhi alokasi pembangunan infrastruktur.

“Memang ada tantangan karena efisiensi di pusat dan kondisi global. Tetapi kita tetap upayakan agar proyek ini bisa berjalan,” tambahnya.

Dengan posisi Jalan Soekarno-Hatta sebagai jalur utama di pusat pemerintahan Lombok Barat, penyelesaian proyek ini dinilai penting untuk mendukung konektivitas, kelancaran lalu lintas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Gerung ke depan. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button