Polresta Mataram Buru Pelaku Teror Busur Panah
Mataram (NTBSatu) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram terus memburu pelaku di balik aksi teror busur panah yang meresahkan warga Gomong.
Hingga kini, penyidik Satuan Reserse Kriminal masih mengintensifkan pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, menegaskan bahwa pihaknya melakukan proses penyelidikan secara cermat dan terukur. Pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan tersangka tanpa adanya bukti yang kuat.
“Bukti-bukti masih kami kumpulkan. Keterangan saksi di lokasi kejadian terus kita dalami, termasuk analisis rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Terkait dugaan keterlibatan geng motor atau kelompok tertentu, pihak kepolisian belum dapat memastikan. Menurut Hendro, kesimpulan mengenai motif dan pola aksi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, terutama dari korban dan saksi kunci.
“Kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara maksimal. Sementara itu, jumlah saksi yang ada juga masih terbatas,” jelasnya.
Polisi juga meluruskan informasi mengenai sepeda motor yang berada di lokasi kejadian. Ia memastikan, kendaraan tersebut milik korban, bukan milik pelaku.
Pastikan Situasi Aman
Meski insiden tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, Polresta Mataram memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kota Mataram tetap dalam kondisi kondusif. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Sampai saat ini situasi Kota Mataram aman dan terkendali. Tidak ada gangguan kamtibmas yang menonjol pascakejadian,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan membagi personel ke dalam beberapa zona pengamanan. Pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan secara bergantian selama 24 jam.
Kasus ini menjadi perhatian serius Polresta Mataram. Namun, penanganan kasus kriminal lain seperti pencurian kendaraan bermotor dan penganiayaan tetap berjalan paralel.
“Semua kasus yang meresahkan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kami tidak hanya fokus pada satu kejadian,” ujarnya.
Saat ini, tim buser masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya mulai teridentifikasi. Kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar proses pengungkapan berjalan lancar dan pelaku segera diamankan,” pungkasnya. (*)



