Dedikasi Layanan Kesehatan, Bupati Lombok Tengah Terima Penghargaan dari Mensos
Lombok Tengah (NTBSatu) – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mendapat penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, pada Jumat, 17 April 2026. Penghargaan tersebut atas dedikasi dan dukungan luar biasa pemerintah daerah dalam menyukseskan bakti sosial operasi katarak, bagi masyarakat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyebutkan, sudah mengalokasikan 500 penerima manfaat dan sebagian kuotanya untuk Lombok Tengah.
“Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga filantropi. Hari ini di Lombok Tengah dan NTB secara umum, kami mengalokasikan 500 penerima manfaat. 100 di antaranya di Kabupaten Lombok Tengah,” katanya, Jumat, 17 April 2026.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pathul Bahri dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung pelaksanaan bakti sosial, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemulihan kualitas penglihatan.
Aksi sosial ini menjangkau hingga 500 titik mata yang ada di NTB, dengan pendistribusian untuk Pulau Lombok sebanyak 350 pasien dan Pulau Sumbawa 100 pasien.
Target awal, khusus di RS Mandalika akan fokus pada 100 pasien yang berdomisili di Lombok Tengah. Dengan melibatkan kolaborasi teknis dengan PERDAMI, RS Mata NTB, RSUD Bima, hingga lembaga filantropi seperti Yayasan Kasih Tuna Daksa.
Mensos juga menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses kesehatan melalui skema BPJS Kesehatan PBI JKN.
Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Cahyowahyuni mengatakan, sudah menyiapkan infrastruktur dan tiga dokter spesialis mata yang akan menangani pasien di meja operasi.
“Kami mendukung penuh dari sisi fasilitas, tenaga, dan pelayanan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat Lombok Tengah,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, harapannya bisa mengurangi jumlah penderita katarak secara bertahap di NTB. Sekaligus, membuktikan fasilitas kesehatan daerah bisa memberikan layanan khusus bagi warga yang membutuhkan. (Inda)



