Lombok Tengah

Tembus Pasar Global, Petani Kopi Segala Anyar Ubah Lahan Kering Jadi Peluang Ekspor

Lombok Tengah (NTBSatu) – Seorang petani bernama Amaq Rasip (60), berhasil menyulap lahan gersang menjadi perkebunan kopi arabika dan robusta yang produktif di Dusun Kadik II, Desa Segala Anyar, Kabupaten Lombok Tengah, sejak empat tahun terakhir.

Keberhasilan ini ia dapatkan melalui teknik rekayasa lingkungan dan ketekunan dalam mengelola lahan tadah hujan. Hingga mampu membuka jalan bagi kerja sama strategis dengan Wakai Farm Jepang.

Saat ditanya, Amaq Rasip tampak berbinar sambil menatap hamparan buah kopi yang mulai memerah di tengah cuaca panas di Lombok Tengah bagian Selatan.

“Ini panen paling banyak sejak awal tanam,” katanya dalam laman resmi Facebook Diskominfo Lombok Tengah, Senin, 13 April 2026.

Melawan Terik dengan Rekayasa Lingkungan

Sekitar 300 pohon kopi tumbuh dengan subur di atas lahan seluas 12 are bernama Kebon Kupi Langan Dadih. Sebagian warga merasa apa yang Amaq Rasip lakukan merupakan anomali.

Sebelum memutuskan menanam kopi, ia sempat mencoba berbagai komoditas lain, seperti pisang dan pepaya. Namun, hasilnya tidak maksimal.

Memasuki usia kepala enam, beralih ke kopi terbukti menjadi titik balik. Ia bukan sekadar menanam, tetapi mempelajari cara melakukan rekayasa lingkungan agar tanaman bisa bertahan di lahan kering.

Membuka Gerbang Ekspor dan Kolaborasi Jepang

Keberhasilan di tingkat tapak ini, membawa dampak yang lebih luas bagi desa. Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini mengatakan, keberhasilan Amaq Rasip merupakan bukti potensi besar di sektor pertanian.

“Petani kita mampu mengoptimalkan lahan kering dengan berbagai komoditas. Apa yang dilakukan Amaq Rasip membuktikan kopi robusta dan arabika bisa menghasilkan,” ujarnya.

Inovasi ini juga menarik perhatian pasar mancanegara. Saat ini untuk pengembangan sayur organik, pemerintah desa tengah mematangkan kerja sama dengan Wakai Farm Jepang.

Selain itu, untuk mendukung sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, direncanakan pembangunan greenhouse.

Transformasi Menuju Pertanian Terpadu

Semangat Amaq Rasip berhasil menular ke warga desa lainnya. Selain kopi, komoditas lain juga mulai warga kembangkan, seperti melon, semangka, cabai, dan bawang.

Mereka menggunakan pupuk dari kotoran hewan ternak yang melimpah, untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas organik. Kisah petani kopi Segala Anyar ini membuktikan inovasi dan keberanian berhasil mengubah lahan kering menjadi ladang harapan, yang tercium hingga mancanegara. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button