Lombok Tengah Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan hingga 1,39 Persen dalam Setahun
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,39 persen dalam setahun terakhir. Hal ini Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri sampaikan saat acara halalbihalal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Tengah, Kamis, 16 April 2026.
Penurunan ini dinilai sangat signifikan. Hingga kini angka kemiskinan berada di posisi 10,68 persen, atau di bawah rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pathul Bahri mengatakan, penurunan angka kemiskinan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dan menjadi sejarah bagi Lombok Tengah.
“Dalam sejarah Kabupaten Lombok Tengah, baru tahun kemarin kita bisa menurunkan angka kemiskinan sampai 1,39 persen. Ini artinya kita berhasil mengeluarkan sekitar 139.000 hingga 150.000 warga dari garis kemiskinan,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting
Di samping keberhasilan pada sektor ekonomi, Bupati Pathul juga memaparkan kemajuan besar dalam penanganan kesehatan masyarakat.
Prevalensi stunting di wilayah Lombok Tengah turun drastis dari 23 persen menjadi 9,14 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Pathul, penurunan stunting bukan hanya menyangkut tinggi badan tetapi investasi kecerdasan otak generasi masa depan, agar mampu bersaing hingga puluhan tahun ke depan.
Sekolah Rakyat sebagai Pemutus Rantai Miskin
Pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang sekaligus proyek strategis, yakni Sekolah Rakyat di Desa Beber dengan nilai investasi sebesar Rp200-Rp300 miliar. Adanya sekolah ini menjadi wadah khusus bagi 169 ribu anak, yang masuk dalam kategori latar belakang keluarga miskin ekstrem.
Selain itu, pemerintah menyiapkan seluruh kebutuhan siswa. Mulai dari asrama, konsumsi, hingga perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam, demi menjamin akses pendidikan.
Optimalisasi Zakat Pertanian
Sedangkan di sektor pertanian, pemerintah fokus pada penguatan jaring pengamanan sosial. Dengan luas lahan basah 50.000 hektare, dengan potensi zakat gabah kering mencapai 40.000 ton per tahun.
Bupati Pathul optimis, masalah kemiskinan di tingkat paling bawah dapat teratasi dengan cepat, jika potensi tersebut dikelola dengan optimal dan disalurkan tepat sasaran.
Terakhir, Pathul Bahri meminta agar Baznas Lombok Tengah bisa menguatkan struktur kelembagaannya dengan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang, termasuk pakar hukum dan ekonomi.
Pathul berharap dengan manajemen yang kuat, Baznas bukan hanya sebagai penyalur bantuan tetapi penggerak ekonomi yang bisa membentengi kesejahteraan masyarakat. (Inda)



