Fasilitas Taman Giri Menang Sudah Rusak Usai Dibuka, Pemkab Sebut Salah Penggunaan
Lombok Barat (NTBSatu) – Euforia pembukaan Taman Kota Giri Menang di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, belum sepenuhnya usai. Namun di balik antusiasme warga, sejumlah fasilitas di taman tersebut justru sudah mengalami kerusakan, bahkan belum genap sepekan sejak peresmian.
Beberapa sarana yang menjadi daya tarik utama taman dilaporkan tidak lagi berfungsi dengan baik. Di antaranya, wahana bermain anak berupa jungkat-jungkit putar yang terlihat roboh dan tidak dapat warga gunakan. Tak hanya itu, alat kebugaran outdoor seperti sepeda statis juga mengalami kerusakan pada bagian pegangan tangan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, mengingat Taman Kota Giri Menang baru dibuka enam hari sebelumnya, tepatnya Sabtu, 10 April 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi membenarkan adanya kerusakan tersebut. Ia menyebut, kejadian itu terjadi pada Selasa, 7 April 2026.
Menurutnya, faktor utama kerusakan bukan pada kualitas fasilitas, melainkan pada cara penggunaan oleh pengunjung yang tidak sesuai dengan peruntukan. “Alat bermain itu sebenarnya dikhususkan untuk anak-anak, tetapi digunakan juga oleh ibu-ibu,” jelasnya, Kamis, 9 April 2026.
Ratnawi menegaskan, penggunaan sarana yang tidak sesuai batas usia maupun kapasitas menjadi penyebab utama alat tersebut tidak mampu menahan beban hingga akhirnya rusak.
Hal serupa juga terjadi pada fasilitas olahraga yang tersedia di area taman. Ia menyebut, kerusakan pada alat fitnes bukan karena faktor teknis, melainkan kesalahan penggunaan oleh pengunjung.
“Terkait alat yang patah atau rusak, disebabkan karena warga salah cara menggunakannya,” katanya.
Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan
Meski demikian, pihaknya memastikan tidak akan membiarkan kondisi ini berlarut. Langkah perbaikan segera pemerintah daerah lakukan, termasuk dengan mendatangkan unit pengganti untuk fasilitas yang rusak.
“Apa pun kecelakaan kecil atau kerusakan pada alat-alat bermain itu, akan segera kami tangani dan perbaiki, karena ini masih masa pemeliharaan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan ruang publik, terutama dalam hal edukasi penggunaan fasilitas kepada masyarakat.
Di satu sisi, pemerintah berupaya menyediakan ruang terbuka yang representatif. Namun di sisi lain, kesadaran pengguna menjadi kunci agar fasilitas tersebut bisa bertahan lebih lama. (Zani)



