Sumbawa

Inflasi Kabupaten Sumbawa Maret 2026 Capai 3,92 Persen, Tekanan Harga Mulai Terkendali

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa mencatat inflasi yearonyear (yony) sebesar 3,92 persen pada Maret 2026.

Melansir laman resmi PPID Kabupaten Sumbawa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbawa mempublikasikan data inflasi monthtomonth (mtom) berada di angka 0,91 persen. Sementara itu, inflasi yeartodate (ytod) mencapai 2,40 persen.

IKLAN

Capaian ini menunjukkan kenaikan harga kebutuhan masyarakat secara umum. Faktor distribusi, permintaan, dan kondisi musiman turut memengaruhi kenaikan tersebut.

Dari sisi kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar sebesar 1,52 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyusul dengan kontribusi 1,41 persen. Serta, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,75 persen.

“Jika dibandingkan Februari 2026, inflasi pada Maret menunjukkan tren yang lebih terkendali secara tahunan, meskipun secara bulanan masih mengalami kenaikan,” demikian tertulis dalam laporan resmi tersebut.

Dalam lingkup Provinsi NTB, inflasi Kabupaten Sumbawa berada pada kategori menengah. Capaian ini di bawah Kota Bima yang mencatat tingkat inflasi lebih tinggi.

Lakukan Pengendalian

BPS Sumbawa juga melaporkan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terus memperkuat langkah pengendalian. Mereka memantau harga pasar, menggelar pasar murah, serta menjaga kelancaran distribusi bahan pokok.

Inflasi pada Maret 2026 masih berada dalam batas wajar. Peningkatan permintaan pada sektor pangan dan kebutuhan harian di awal tahun turut memengaruhi kondisi ini.

Meski demikian, tren penurunan tekanan inflasi secara tahunan menjadi indikator awal berbagai upaya pengendalian mulai menunjukkan hasil, meskipun dampaknya belum sepenuhnya menurunkan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah daerah menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada intervensi kebijakan, tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi cuaca, distribusi antarwilayah, serta produksi pangan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Stabilitas inflasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button