NTB Jadi Pilot Project Pariwisata Tangguh Bencana
Mataram (NTBSatu) – Provinsi NTB, khususnya tiga desa wisata di Kabupaten Lombok Barat ditetapkan sebagai pilot project Program Penguatan Ketangguhan Sektor Pariwisata dan Masyarakat di Kawasan Destinasi Wisata NTB.
Penetapan Provinsi NTB sebagai percontohan langsung oleh Asia Pacific Alliance for Disaster Management (APAD). Merupakan aliansi transnasional yang memfasilitasi kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan LSM di kawasan Asia Pasifik untuk penanggulangan bencana yang efektif.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menegaskan, NTB merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendasar, terutama pada sektor pariwisata.
Ia menekankan, konsep destinasi tangguh bencana tidak boleh berhenti pada tataran simbolik.
“Tangguh bencana itu bapak-ibu tidak hanya sekedar slogan atau mengepalkan tangan sebagai tanda kesiapan. Tetapi, masyarakat kita di setiap lini harus memahami ketika bencana terjadi. Apa yang harus mereka lakukan, di mana titik tempat mereka berkumpul, dan apa yang dilaksanakan pascabencana,” tegasnya, saat membuka Inception Meeting program tersebut, Senin, 6 April 2026.
Ia berharap, implementasi program dapat diperluas hingga ke destinasi wisata di Pulau Sumbawa. Selain aspek infrastruktur mitigasi, ia menyoroti pentingnya kesiapan mental dan sikap masyarakat lokal dalam mendukung sektor pariwisata.
“Keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas destinasi, tetapi juga oleh keterbukaan dan keramahan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Country Director APAD Indonesia, Faisal Djalal menjelaskan, program ini berfokus pada penguatan kesiapsiagaan bencana dan adaptasi perubahan iklim, salah satunya di Desa Wisata Batu Kumbung, Lombok Barat.
“Desa Batu Kumbung itu kita harapkan menjadi model untuk dikembangkan di desa-desa lain. Jadi kita bangun kepariwisataan tangguh bencana ini mulai dari desa sampai ke atas. Semoga kerja sama ini betul-betul bisa meningkatkan keselamatan, keamanan, ketangguhan, dan kesiapsiagaan kita menghadapi dampak bencana,” ungkapnya. (*)



