BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di NTB hingga 10 April 2026
Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di NTB hingga Jumat, 10 April 2026.
Informasi tersebut muncul setelah BMKG mencermati kondisi cuaca, gelombang laut, serta pasang air laut yang berpotensi meningkat selama periode tersebut.
BMKG mencatat, prakiraan cuaca pada sejumlah wilayah pesisir NTB berada pada kondisi cerah berawan hingga hujan sedang. Angin bergerak dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 20 knots.
Sementara itu, tinggi gelombang laut mencapai 0,5 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut memicu kenaikan pasang air laut maksimum hingga 1,8 meter pada waktu tertentu.
BMKG juga merinci waktu pasang maksimum pada beberapa titik. Wilayah Lembar mengalami puncak pasang pada pukul 11.00 hingga 14.00 Wita.
Sementara itu, wilayah Sape mencatat waktu pasang antara pukul 12.00 hingga 16.00 Wita. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya banjir rob pada kawasan pesisir.
Wilayah Pesisir Masuk Zona Waspada
BMKG menyebut, sejumlah wilayah pesisir Lombok, Sumbawa, dan Bima masuk dalam kategori rawan terdampak. Kawasan Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, serta Labuhan Lombok.
Selanjutnya, wilayah Sumbawa mencakup Sumbawa dan Labuhan Badas. Sementara itu, kawasan Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, serta Asakota.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM BMKG, Satria Topan Primadi, S.Si., menegaskan, pentingnya kewaspadaan masyarakat pesisir selama periode tersebut.
“Masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah dihimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya Banjir ROB,” jelas Satria dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 1 April 2026.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut melalui kanal resmi. Informasi terbaru tersedia pada laman maritim BMKG serta akun media sosial resmi @infobmkgntb.
Langkah tersebut membantu masyarakat mengambil tindakan cepat saat terjadi perubahan kondisi cuaca. Dengan memperhatikan potensi tersebut, masyarakat pesisir NTB perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat waktu pasang maksimum berlangsung.
Upaya antisipasi sejak awal dapat meminimalkan dampak yang mungkin muncul akibat banjir rob selama periode peringatan berlangsung. (*)



