HEADLINE NEWS

BPK Ungkap Kerugian Besar Tiga Musim MotoGP Mandalika, ITDC Beri Klarifikasi

Mataram (NTBSatu) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap, kerugian dari penyelenggaraan tiga musim MotoGP Mandalika 2022, 2023, dan 2024.

Temuan BPK, penyelenggaraan event balap internasional MotoGP dan World Superbike di Mandalika menimbulkan kerugian besar bagi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC. Besarannya sekitar Rp347.444.307.552,59.

IKLAN

Dalam laporan BPK yang dikutip dari Bloomberg Technoz, kerugian tersebut muncul antara lain karena realisasi biaya penyelenggaraan event jauh melampaui anggaran yang telah direncanakan dalam rencana kerja perusahaan.  Sehubungan dengan pemberitaan tersebut, pihak ITDC menyampaikan klarifikasi.

Pj. Vice President Corporate Secretary ITDC, I Gusti Ngurah Agung Dwipramana menyampaikan, InJourney Group bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparansi, dan akuntabilitas, serta tunduk pada seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemeriksaan oleh BPK, katanya, merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rutin terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Hasil pemeriksaan tersebut pada prinsipnya memuat rekomendasi perbaikan tata kelola dan penguatan sistem pengendalian. Yang saat ini sedang kami tindaklanjuti secara terstruktur, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Sementara itu, terkait dengan angka kerugian yang disebutkan tersebut, ia menegaskan, angka tersebut tidak dapat dimaknai secara sederhana sebagai kerugian ekonomi. Melainkan, merupakan selisih antara biaya penyelenggaraan event dengan penerimaan langsung Perseroan.

“Dalam konteks ini, sebagian besar komponen biaya berasal dari hosting fee. Yang secara global memang menjadi karakteristik utama dalam penyelenggaraan event balap internasional seperti MotoGP,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan MotoGP di The Mandalika merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem sport tourism nasional. Bukan semata-mata kegiatan event tahunan.

Event ini berperan sebagai anchor untuk mendorong pertumbuhan kawasan, menarik investasi. Serta, meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tingkat global,” jelasnya.

Beri Dampak Ekonomi Signifikan

Dari sisi manfaat, lanjutnya, penyelenggaraan MotoGP telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan estimasi mencapai lebih dari Rp4,9 triliun. Mencakup peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia.

Sebagaimana praktik internasional, penyelenggaraan event global berskala besar umumnya mendapatkan dukungan dari pemerintah. Hal ini mengingat manfaat ekonominya yang luas dan tidak terbatas pada penyelenggara.

“Oleh karena itu, Perseroan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan event ini dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, terkait evaluasi terhadap penyelenggaraan event lain seperti World Superbike (WSBK), langkah yang diambil merupakan bagian dari evaluasi bisnis yang komprehensif. Hal ini dengan mempertimbangkan dinamika pasar, efisiensi biaya, serta fokus pada pengembangan kawasan Mandalika secara jangka panjang.

“Sebagai bagian dari peran kami sebagai agent of development dan value creator, InJourney Group dan ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola. Meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi Perseroan, negara, maupun masyarakat luas,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button