Sidak Hari Pertama, Tingkat Kehadiran ASN KSB Maksimal dan Pelayanan Publik Normal
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pemantauan ketat terhadap kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama masuk kerja. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh loket pelayanan publik di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah beroperasi maksimal.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, Agusman, menyatakan tingkat kehadiran pegawai mencapai 99 persen. Hal ini menunjukkan komitmen abdi negara dalam menjaga ritme kerja pasca-libur.
“Hasil pantauan kita, mulai dari Sekretaris, para Kepala Bidang, fungsional, hingga eselon-eselon lain, hampir seluruhnya hadir pada hari pertama ini,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 25 Maret 2026.
Awali Kinerja dengan Apel Pagi
Kedisiplinan hari pertama diawali dengan apel pagi yang juga dirangkaikan dengan Halalbihalal dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat pada pukul 07.30 WITA. Apel ini dihadiri lengkap oleh Wakil Bupati, Sekda, hingga seluruh kepala perangkat daerah.
Dalam arahannya, Bupati Amar menekankan pentingnya kerja sama solid untuk menyukseskan program KSB Maju dan KSB Maju Luar Biasa. Pelayanan prima kepada masyarakat menjadi poin utama yang harus dirasakan manfaatnya secara langsung.
Aplikasi SIAO KSB
Tingginya angka kehadiran tersebut didukung penuh oleh penggunaan aplikasi SIAO (Sistem Informasi Absensi Online). Sistem ini tidak lagi menggunakan sidik jari, melainkan mengandalkan kuncian lokasi GPS dan verifikasi foto wajah secara langsung.
Agusman menjelaskan bahwa seluruh aktivitas absensi ini dipantau secara real-time oleh BKPSDM. Hal ini memudahkan kontrol pusat terhadap kedisiplinan pegawai di setiap instansi.
“Kita monitor langsung di sini, servernya di BKPSDM. Jadi akan terdeteksi siapa yang hadir, siapa yang sakit, atau yang sedang izin. Semua ter-cover dalam satu sistem,” jelasnya.
Setiap ASN wajib melakukan absensi tepat di radius kantor yang telah ditentukan. Jika pegawai berada di luar zona tersebut, sistem secara otomatis akan menolak proses absensi sehingga tidak bisa dimanipulasi dari luar area kantor.
“Enggak bisa (absen di rumah), karena ada lokasi atau logi maps-nya. Manakala dia mau absen tapi posisinya di luar halaman, itu tidak akan bisa terinput karena di luar zona absensi,” tegasnya. (Andini)



