Banjir Bandang Terjang Desa Panda dan Nggelu di Kabupaten Bima, Puluhan Warga Terdampak
Mataram (NTBSatu) – Banjir bandang melanda dua desa di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 15 Maret 2026.
Bencana tersebut menerjang Desa Panda di Kecamatan Palibelo serta Desa Nggelu di Kecamatan Lambu, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat muncul sejak pukul 14.00 Wita. Cuaca ekstrem tersebut juga menghadirkan kilat, petir, serta angin kencang yang berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 Wita.
Curah hujan tinggi tersebut memicu peningkatan debit air dari kawasan pegunungan. Aliran air yang terus bertambah akhirnya memicu banjir bandang pada sejumlah titik rawan di dua desa tersebut.
Dampak Banjir di Desa Panda dan Nggelu
Peristiwa banjir pertama muncul sekitar pukul 16.10 Wita di Desa Panda, Kecamatan Palibelo. Air dari kawasan pegunungan mengalir deras menuju permukiman serta jalan raya. Sistem drainase pada wilayah tersebut gagal menampung debit air yang terus meningkat.
Kondisi tersebut memicu luapan air bercampur lumpur ke ruas Jalan Sultan Muhammad Salahudin. Genangan air mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 40 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 50 meter.
“Dampak kejadian ini akses ruas jalan Sultan Muhammad Salahudin Desa Panda tergenang air campur lumpur sepanjang 50 meter. Sehingga mengganggu para pengendara yang melintas,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda pada Minggu malam, 15 Maret 2026.
Tumpukan sampah yang tersangkut pada saluran drainase depan GOR Panda memperparah kondisi aliran air. Arus air membawa material lumpur sehingga kendaraan yang melintas mengalami hambatan.
Beberapa saat setelah kejadian, ketinggian air mulai menurun. Pengendara kembali melintas secara perlahan sambil tetap berhati-hati akibat sisa lumpur yang masih menutupi sebagian badan jalan.
Sementara itu, banjir bandang juga menerjang Desa Nggelu, Kecamatan Lambu sekitar pukul 16.20 Wita. Air dari kawasan pegunungan mengalir deras menuju permukiman warga, jalan raya, serta area pertanian.
Luapan air mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut berdampak pada 10 kepala keluarga atau 37 jiwa. Air juga merendam 10 unit rumah warga yang berada pada RT 06, RT 07, RT 09, dan RT 10.
“Dampak kejadian ini 10 KK (37 jiwa) terdampak, dengan 10 unit rumah terendam banjir, dan halaman rumah warga yang ada di RT.06, RT.07, RT.09 dan RT.10 terendam banjir. Selanjutnya, ada satu unit lapangan terendam banjir, serta satu unit infrastruktur DAM di sungai rusak,” tambahnya.
Hingga malam hari, kondisi air mulai surut. Warga langsung melakukan pembersihan lumpur yang menutupi halaman rumah serta lingkungan sekitar. Bencana tersebut tidak memicu korban jiwa maupun pengungsian.
BPBD Kabupaten Bima juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan. (*)



