Polres Lotim Gelar Operasi Ketupat 2026, Fokus Arus Mudik, Curanmor, dan Cuaca Buruk
Lombok Timur (NTBSatu) – Polres Lombok Timur (Lotim), menggelar pasukan Operasi Ketupat 2026 mengantisipasi kemacetan arus mudik dan arus balik Idulfitri. Pengamanan tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga potensi kriminalitas dan cuaca buruk.
Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana mengatakan, Operasi Ketupat 2026 dimulai 12 Maret 2026 merupakan langkah kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran.
“Pada hari ini kita melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026. Ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan arus mudik. Arus balik pada saat menjelang Lebaran di wilayah Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 12 Maret 2026.
Sebanyak empat pos disiapkan; Pos Pengamanan Masbagik, Pelayanan Pancor, Terara, dan Terpadu Kayangan. “Adapun beberapa pos sudah kami siapkan, baik pos pengamanan, pos pelayanan, maupun pos terpadu di empat titik,” jelasnya.
Libatkan 168 Personel Gabungan
Dalam operasi ini, Polres Lotim mengerahkan 143 personel Polri dengan dukungan 16 personel TNI dan 9 personel Brimob. Unsur pendukung lain, seperti Satpol PP dan Pramuka juga terlibat di setiap pos.
“Untuk pengawasannya, kami berintegrasi dan bersinergi dengan stakeholder lainnya. Setiap pos itu melibatkan adik Pramuka, kemudian Satpol PP, Brimob, maupun dari TNI,” katanya.
Jumlah personel di jalur provinsi dan lintas Pantura juga ditingkatkan dari 20 personel pada 2025, menjadi 30 hingga 32 personel per titik pada tahun ini. Terutama, di simpul perempatan yang rawan kemacetan.
Berdasarkan analisis kepolisian, prediksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 14 hingga 16 April 2026. Sementara it, arus balik pada tanggal 24 hingga 26 April 2026.
Antisipasi Curanmor dan Cuaca Buruk
Selain pengamanan lalu lintas, Polres Lotim juga mewaspadai peningkatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang cenderung meningkat saat musim menjelang Idulfitri.
Untuk itu, jajaran Polsek mengintensifkan patroli rutin serta sambang Bhabinkamtibmas guna mengingatkan masyarakat. Agar, memastikan rumah dan kendaraan dalam kondisi aman sebelum bepergian.
“Tahun ini sangat meningkat. Kami melakukan sambang dari Bhabinkamtibmas dan patroli dari Polsek untuk mengurangi eskalasi curanmor yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur,” terangnya.
Di sisi lain, faktor cuaca turut menjadi perhatian. Polres telah berkoordinasi dengan BMKG terkait dampak fenomena El Nino yang memengaruhi pola angin dan potensi cuaca ekstrem.
Khusus di Pos Terpadu Kayangan, petugas bersiaga untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Terutama pengguna jasa penyeberangan laut, agar menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca memburuk.
“Mudahan masih bisa bereskalasi ringan sehingga tidak menimbulkan topan, badai, dan sebagainya. Masalah cuaca hujan, ini masih berkoordinasi dengan BMKG setempat dan setiap pos terutama di pos Kayangan,” tambahnya. (Alwi)



