Diduga Berasal dari Grosir, Dinkes Lotim Pastikan Makanan Pasar Mengandung Boraks Tidak Diperjualbelikan
Lombok Timur (NTBSatu) – Temuan makanan mengandung boraks oleh BBPOM Mataram di Pasar Pancor, Lombok Timur (Lotim), Kamis, 4 Maret 2026, diduga asal barang dari grosir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lotim memastikan produk tersebut tidak lagi diperjualbelikan.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., menyampaikan, sidak pasar UMKM bersama BBPOM Mataram berlangsung selama dua hari, sejak 4–5 Maret 2026 lalu.
“Jadi memang kemarin pada saat sidak pasar UMKM di Kabupaten Lombok Timur di Pasar Pancor, selama dua hari dari tanggal 4 dan 5 Maret,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 11 Maret 2026.
Aries menjelaskan, temuan terjadi pada hari pertama sidak. Sementara itu pada hari kedua, nihil temuan. “Temuan itu ada di tanggal 4 atau hari pertama sidak, untuk hari kedua tanggal 5 itu aman-aman semua, tidak ada temuan berarti,” katanya.
Tiga Sampel Positif
Berdasarkan hasil uji cepat di lapangan oleh BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lotim, terdapat tiga sampel pangan yang mengandung bahan berpotensi mengganggu kesehatan jika sampai dikonsumsi.
“Dari hasil itu memang betul ditemukan tiga sampel yang mengandung bahan berpotensi akan mengganggu kesehatan. Berbentuk kerupuk dan mie basah,” jelasnya
Produk tersebut diduga berasal dari jalur distribusi grosiran, bukan hasil produksi lokal atau bahkan buatan rumah yang diperjual-belikan. Namun, hingga kini penelusuran detail terhadap sumber grosir masih berlangsung.
“Yang kami dapat informasinya bahan atau makanan itu berasal dari grosiran, secara detail grosirnya belum selesai ditelusuri,” tuturnya.
Pihaknya juga menegaskan, telah melakukan langkah cepat agar produk tersebut tidak lagi beredar di masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan intensif pangan selama Ramadan, untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
“Kita selalu bergerak bersama, di mana Dinkes Lotim dan BBPOM Mataram, terutama pada temuan kali ini agar bahan itu tidak lagi diperjualbelikan,” tegasnya.
Imbauan ke Produsen dan Masyarakat
Aries juga meminta para produsen pangan, khususnya pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya ke BBPOM. Agar mendapatkan pembinaan serta memenuhi standar keamanan pangan.
“Tentu masyarakat terutama produsen, untuk melaporkan produknya ke BBPOM supaya bisa diberikan pembinaan dan standar yang ditentukan. Masuk dalam program Dinkes Lotim dan BBPOM terkait pengolahan pangan yang sehat siap saji,” ujarnya.
Selain kepada produsen, pihaknya juga mengimbau terutama kepada masyarakat sebagai konsumen agar lebih teliti dalam membeli bahan pangan. Mulai dari memperhatikan identitasnya jelas hingga izin komersilnya sebagai pangan aman.
“Bagi masyarakat tentu harus memastikan minimal barang yang dibeli itu sudah jelas identitasnya dan terlebih sudah berizin dan terdaftar. Bagaimana lebih teliti untuk membeli bahan pangan agar terhindar dari bahan berbahaya,” tutupnya. (Alwi)



