Angin Kencang Terjang Soromandi Kabupaten Bima, Tiga Rumah Rusak
Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan angin kencang menerjang Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, pada Selasa siang, 10 Maret 2026, pukul 13.30 Wita.
Peristiwa ini mengakibatkan tiga unit rumah di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, mengalami kerusakan parah hingga memaksa satu keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengatakan, pihaknya sedang melakukan pengamatan untuk melakukan penanganan yang tepat.
“Tim BPBD saat ini tengah melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat di lokasi terdampak. Untuk menentukan langkah penanganan darurat selanjutnya,” katanya kepada NTBSatu, Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan laporan dari BPBD, kejadian ini terjadi karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan petir melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Bima. Kondisi ini tambah parah dengan angin kencang yang berlangsung selama lebih dari 90 menit hingga pukul 15.00 Wita.
Dampak dan Evakuasi
Di Desa Bajo Kecamatan Soromandi, dampak kerusakan dialami oleh sebanyak 14 jiwa dari tiga Kepala Keluarga (KK). Angin kencang mengakibatkan kerusakkan fisik bangunan rumah warga.
Satu KK yang terdiri atas 4 jiwa terpaksa mengungsi karena kondisi rumah mereka yang tidak aman untuk ditempati. Personel gabungan mulai dari BPBD Kabupaten Bima, TNI, Polri, serta aparat desa setempat sudah mulai melakukan pendataan logistik dan pembersihan puing-puing.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan tanggap darurat, logistik, serta peralatan untuk perbaikan rumah warga,” lanjut Sadimin.
Waspada Puncak Musim Hujan
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah NTB sudah memasuki puncak musim hujan. Data pemantauan pada dasarian I Maret (1-10 Maret 2026) menunjukkan, potensi hujan lebat masih akan terjadi. Hampir seluruh wilayah NTB berpeluang lebih dari 90 persen, mengalami hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian.
Di sejumlah titik seperti Kota Mataram dan sebagian wilayah Pulau Sumbawa, berpotensi mengalami hujan ekstrem di atas 100 milimeter per dasarian mencapai angka 80 persen Saat ini, kondisi Desa Bajo mulai kondusif, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan kemungkinan bencana susulan.
“Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mulai dari banjir bandang, angin puting beliung, hingga tanah longsor,” tutupnya. (Inda)



