Unram Bahas Program Prioritas dan Target Akreditasi dalam RKT 2026
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menggelar Rapat Kerja Tahunan (RKT) selama dua hari, mulai Sabtu, 31 Januari 2026 hingga Minggu, 1 Februari 2026 di Hotel Merumatta.
Rapat kerja ini menjadi agenda penting untuk mengevaluasi kinerja institusi sekaligus menyusun arah program strategis tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng.), Ph.D., memberikan arahan mengenai peran penting rapat kerja sebagai sarana konsolidasi program antarunit. Ia menekankan, pentingnya keselarasan perencanaan agar pelaksanaan program universitas berjalan lebih efektif dan terukur.
“Rapat kerja ini diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi dan penyelarasan program antarunit agar pelaksanaan program universitas ke depan lebih terarah dan terukur,” ujarnya.
Selama pelaksanaan RKT, setiap unit kerja memaparkan program unggulan serta rencana kegiatan yang akan dijalankan pada tahun mendatang. Presentasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus memastikan seluruh program mendukung target institusi secara berkelanjutan.
Fokus Akreditasi Unggul dan Program Strategis
Rektor Universitas Mataram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menegaskan sejumlah agenda prioritas yang menjadi fokus bersama pada tahun 2026. Salah satu target utama mencakup percepatan pencapaian akreditasi unggul bagi program studi.
“Yang perlu kita pastikan pada tahun 2026 adalah program akreditasi unggul harus terus berjalan. Tim di level universitas maupun unit di bawahnya harus bergerak untuk menjamin bahwa pada 2026 kita mencapai 70 persen akreditasi unggul, dan pada 2027 meningkat menjadi 90 persen atau bahkan mendekati 100 persen,” tegasnya.
Rektor juga meminta Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran memetakan program studi yang memiliki potensi meraih akreditasi unggul. Selain target nasional, universitas juga menyiapkan langkah menuju akreditasi internasional.
Selain itu, Rektor menekankan pentingnya capaian Indikator Kinerja Utama sebagai ukuran kinerja institusi. Ia juga menyoroti penguatan program Kampus Berdampak dan Profesor Berdampak melalui petunjuk teknis yang jelas agar pelaksanaan program berjalan efektif. (*)



