Proposal SMA Garuda di Lombok Timur Masuk Tahap Penilaian
Mataram (NTBSatu) – Proposal pembangunan SMA Unggulan Garuda di Lombok Timur masuk tahap penilaian Pemerintah Pusat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menargetkan keputusan persetujuan 2026 dan pembangunan pada 2027.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur, M. Zaidar Rohman menerangkan, Pemkab telah mengajukan proposal sebagai upaya menyambut peluang pembangunan program dari Pemerintah Pusat.
‘’Kalau saat ini Pemkab masih di tahap mengusulkan. Kita sudah sampaikan proposal ke Pemerintah Pusat melalui Kemendiktisaintek RI,’’ ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, Pemkab telah memenuhi persyaratan, termasuk kajian sarana prasarana dan lahan. Termasuk, rekomendasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
“Peluang sudah dibuka Pemerintah Pusat, bagi daerah yang berminat bisa mengajukan dengan proposal serta syarat yang dibutuhkan, termasuk sarana dan lahan. Itu sudah kita penuhi, sudah mendapat rekomendasi dan dukungan juga dari Pemprov NTB,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengusulan tersebut merupakan ikhtiar Pemkab Lombok Timur dalam menghadirkan akses pendidikan unggulan bagi generasi muda di daerah tersebut.
Lokasi Awal Ditolak, Pemkab Siapkan Alternatif
Pada proses awal, Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan perubahan lokasi pembangunan setelah muncul masukan dari masyarakat dan kalangan perguruan tinggi terkait rencana awal di kawasan Kebun Raya Lemor.
“Dari pihak perguruan tinggi hingga masyarakat memberikan saran bahwa di lokasi awal sebagai wisata Kebun Raya. Sehingga ada alternatif lain di Pringgabaya, di kawasan Menanga Baris, Desa Gunung Malang,” katanya.
Pemerintah daerah menerima masukan tersebut sebagai solusi, agar fungsi kawasan kebun raya tetap terjaga. Sekaligus membuka ruang pembangunan sekolah unggulan di lokasi baru.
“Kita terima baik, jadi kita bisa punya Kebun Raya juga Sekolah Unggulan Garuda ini,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie memberikan catatan serupa pada kunjungan dua calon lokasi di Lombok Timur pada 22 November 2025 lalu.
Mengutip dari laman Kemdiktisaintek, Stella menilai, calon lokasi pertama di kawasan Kebun Raya Lemor lebih tepat tetap sebagai pusat riset dan konservasi.
Target Persetujuan 2026-Pembangunan 2027
Terkait target realisasi, Pemkab Lombok Timur masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat tahun 2026. Apabila mendapat persetujuan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan fisik dapat mulai pada 2027.
“Kita masih menunggu di tahun 2026 ini. Kalau tahun ini acc (disetujui, red), sehingga tahun 2027 nanti sudah mulai pembangunan, semoga bisa terealisasi,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan SMA Unggulan Garuda merupakan upaya strategis daerah untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Lombok Timur.
“Ini upaya kita untuk masyarakat Lombok Timur, kita punya anak-anak pintar di NTB terutama di Lombok Timur. Karena sangat berbeda konsep kelas sampai kurikulum pengajarannya yang diberikan,” ujarnya.
Upaya itu selaras dengan target kebijakan Pemerintah Pusat dalam menyiapkan generasi unggul di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).
Zaidar berharap, pembangunan SMA Unggulan Garuda ini mampu mencetak lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke universitas top dunia.
Meski demikian, ia menekankan sekalipun ada kemungkinan pembangunan tidak di Lombok Timur, tujuan utama Pemkab tetap pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Kalaupun tidak bisa di Lombok Timur tapi akhirnya di tempat lain, kita tetap bisa bangun anak-anak yang pintar, sesuai dengan tujuan utama pemerintah,” tutupnya. (Alwi)



