Lombok Tengah

Lombok Tengah Dilanda Bencana Hidrometeorologi, 318 KK Terdampak

Mataram (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Tengah sedang mengalami bencana hidrometeorologis secara serentak. Mulai dari banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung di lima kecamatan, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Bencana ini diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang mencapai puncaknya melanda seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), pada akhir Februari 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengungkapkan, penyebab terjadinya rentetan bencana di wilayah Lombok Tengah.

“Banjir dan tanah longsor di Lombok Tengah disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sehingga, terjadinya luapan dari sungai dan drainase,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 24 Februari 2026.

Hingga pukul 16.30 Wita, BPBD mencatat wilayah paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Praya Timur. Khususnya, di Desa Bilelando dengan rumah 234 Kepala Keluarga (KK) terendam.

Kondisi yang sama juga terjadi dua desa di Kecamatan Pujut. Desa Kuta mencatat 20 KK terdampak dan Desa Pengembur tercatat sebanyak 66 KK.

Selain banjir, durasi hujan yang panjang membuat struktur tanah labil hingga mengakibatkan tanah longsor di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat.

Di sisi lain, angin puting beliung juga melanda Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara hingga merusak hunian warga.  Kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Praya Kecamatan Praya, yang menghancurkan satu rumah warga. Serta, satu unit bangunan toko, di kawasan wisata Desa Kuta, Kecamatan Pujut.

Kondisi Terkini

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama personel Damkarmat dan aparat desa, masih melakukan asesmen penanganan dampak.

Berdasarkan laporan dari BPBD, hingga saat ini air masih tergenang di sejumlah titik pemukiman. Sadimin mengungkapkan, pentingnya bantuan logistik darurat untuk warga terdampak, mengingat aktivitas mereka yang masih terganggu karena banjir yang belum surut.

“Bantuan logistik tanggap darurat menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini,” ujarnya.

Sadimin juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana alam kapan saja.

“Masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis. Seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tambahnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button