Dapur SPPG di Malaka KLU Ditutup Sementara Imbas Dugaan Distribusi Makanan Basi
Mataram (NTBSatu) – Perkembangan terbaru dugaan makanan basi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara (KLU), berujung pada penutupan sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Dwi Sudarsono menyampaikan, langkah tersebut diambil sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Telah dilakukan penutupan sementara terhadap SPPG, sambil menunggu hasil uji sampel di BPOM. Baru akan ditentukan langkah berikutnya oleh BGN,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Sampel yang diuji tidak hanya berasal dari sisa makanan program MBG. Tetapi juga, sampel muntahan siswa yang sebelumnya mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi makanan di SDN 2 Malaka dan SDN 4 Malaka, Kecamatan Pemenang.
Menurut Dwi, siswa yang sempat diduga mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Nipah. “Kondisi siswa sudah membaik bahkan sudah masuk sekolah,” katanya.
Ia juga menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Lombok Utara sudah memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut. Satgas berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses lanjutan berjalan berbasis hasil uji laboratorium.
Selain itu, Ombudsman mendorong adanya evaluasi berkala terhadap sistem keamanan pangan hingga Sistem Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan MBG.
Termasuk, menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG guna memastikan standar pengolahan dapur benar-benar berjalan. Pasalnya, terdapat indikasi ketidakpatuhan terhadap mekanisme keamanan pangan.
“Kami mendorong evaluasi mendalam terhadap seluruh SPPG untuk menjamin SOP dijalankan dengan baik. Karena ada indikasi ketidakpatuhan terhadap SOP, terutama pada mekanisme keamanan pangan,” tegasnya.
Hingga kini, pihak terkait masih menunggu hasil resmi uji laboratorium dari BPOM sebagai dasar penentuan langkah lanjutan terhadap operasional SPPG dan keberlanjutan distribusi MBG di wilayah tersebut. (Alwi)



