Prabowo Ungkap Banyak Profesor Mengejek Program MBG: Mereka Hina Saya
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, sempat mendapat berbagai ejekan dan hinaan saat meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun lalu.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pidato pada acara peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta 18 gudang ketahanan pangan Polri di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Prabowo, kritik dan cibiran terhadap program MBG justru banyak datang dari kalangan terdidik yang mengaku skeptis terhadap keberhasilan program tersebut.
“Waktu saya lancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tak ngerti bahkan yang banyak ejek adalah yang terdidik. Profesor-profesor terkenal ejek dan hina saya,” ujar Prabowo dalam sambutannya, mengutip video YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menyebut, sejumlah pihak meragukan keberhasilan MBG dan menilai program tersebut hanya akan menghambur-hamburkan uang rakyat. Pernyataan-pernyataan itu, sangat ia sayangkan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, menjalankan program tersebut dengan niat baik untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.
Ia mengaku, tetap yakin dan optimistis berada di jalur yang benar meski menghadapi berbagai kritik di awal pelaksanaan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap program MBG memang nyata dan mendesak. Ia juga menyampaikan, hingga saat ini jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 60 juta lebih orang per hari.
Prabowo menilai, capaian tersebut sebagai salah satu pencapaian besar bagi Indonesia. Ia bahkan membandingkan jumlah penerima manfaat itu dengan total populasi sebuah negara.
“Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal. Pak Qodari tolong dikumpulin video klip yang ramal kita pasti gagal, yang katakan saya hina bangsa Indonesia,” tuturnya.
Ia menyebut, angka 60 juta penerima manfaat itu setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan, sebagai gambaran skala program yang kini tengah berjalan. (*)



