Pemerintahan

Sugiono Dorong Menlu Iran Selesaikan Konflik Timur Tengah Lewat Perundingan

Jakarta (NTBSatu) – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Aragchi. Hal tersebut guna mendorong pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi demi menghentikan perang yang memanas di Timur Tengah.

Komunikasi tersebut berlangsung di tengah eskalasi konflik setelah Iran mendapat serangan lebih dahulu dari Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu respons balasan dari Teheran yang menyasar Israel, serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangganya.

“Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, mengutip video YouTube Sekretariat Presiden, Selasa malam, 3 Maret 2026.

Dalam pembicaraan dengan Aragchi, Sugiono menegaskan sikap Indonesia yang berpegang pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara. Ia juga kembali menyampaikan niat Presiden Prabowo Subianto, untuk berperan sebagai mediator dalam konflik tersebut.

IKLAN

“Saya juga menyampaikan concern (kekhawatiran, red) dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk, terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Ibu Kota Iran, Teheran, pada 28 Februari. Operasi militer tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir terbaru antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss.

Dampak dari serangan itu sangat signifikan. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan yang terjadi pada Sabtu. Pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut keesokan harinya.

Pada hari pertama operasi militer AS-Israel, Iran langsung melancarkan serangan balasan. Respons militer Teheran meningkat dalam skala yang lebih besar setelah gugurnya Khamenei, dengan menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button