HEADLINE NEWSPendidikan

Praktik Dugaan Sunat Beasiswa Kembali Terjadi di Mataram, Ombudsman NTB: Kampus Perlu Pembenahan Sistem

Mataram (NTBSatu) – Dugaan praktik pemotongan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kembali terungkap di salah satu kampus swasta di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski kasus lama telah diungkap, praktik serupa terus terulang dari pengakuan sejumlah mahasiswa penerima KIP Kuliah. Mereka mengaku, mengalami pemotongan dana hingga penahanan akses oleh oknum kampus swasta di Kota Mataram.

Tiga korban berinisial AI, NA, MA mengungkapkan, pemotongan dana semenjak 2024 pertama pencairan hingga semester tiga. Nominalnya mencapai Rp5,1 juta dari Rp5,7 juta.

Korban lain berinisial P menerangkan, ia sempat mengalami upaya penahanan kartu akses beasiswa dan pemotongan oleh oknum dosen dengan nominal yang sama. Namun setelah menolak dan melawan, dana beasiswanya tidak lagi dipotong pada pencairan kedua.

“Tabungannya dibawa bapak, tetapi pas pencairan kedua saya minta paksa, hampir ribut, dikasih waktu itu,” terangnya kepada NTBSatu, Jumat, 30 Januari 2026

Ia menuturkan, praktik tersebut bermula dari tawaran jalur muda memperoleh beasiswa dengan syarat oknum kampus menahan kartu dan memotong dana setiap pencairan. Bahkan, terdapat mahasiswa yang mengaku tidak menerima dana sama sekali hanya mendapat jaminan gratis kuliah.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button