Sumbawa

Dikbud Sumbawa Usulkan 80 Sekolah Masuk Program Revitalisasi 2026

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali mengajukan puluhan satuan pendidikan untuk mendapatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, menjelaskan usulan tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sarana prasarana pendidikan yang membutuhkan penanganan.

“Tahun ini ada sekitar 80 sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP yang akan kita usulkan ke pemerintah pusat,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 8 Februari 2026.

Dikbud Sumbawa mencatat, jumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan di Sumbawa masih tergolong tinggi. Ia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 1.057 ruang kelas dalam kondisi rusak dan memerlukan perbaikan.

“Ini jumlah yang cukup besar dan membutuhkan intervensi berkelanjutan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Lakukan Revitalisasi Satuan Pendidikan

Budi menyampaikan, pada tahun 2025 lalu Dikbud Sumbawa telah melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan memanfaatkan anggaran APBN sebesar Rp20,8 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah.

“Dana itu kami arahkan untuk membenahi ruang belajar serta fasilitas pendukung di TK, SD, dan SMP,” katanya.

Budi menjelaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan kebijakan nasional yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan belajar melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak,” tambahnya.

Pada pelaksanaannya, revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan mekanisme swakelola melalui panitia P24S yang melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, dan masyarakat.

“Model ini kami nilai sangat efektif, karena mendorong keterlibatan langsung dan transparansi dalam setiap tahapan kegiatan,” ujarnya.

Berbekal hasil positif tersebut, Dikbud Sumbawa kembali mengusulkan sekitar 80 sekolah untuk masuk dalam program revitalisasi tahun 2026.

Sekolah yang diusulkan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi bangunan. “Saat ini usulan masih dalam proses pembahasan di tingkat kementerian sesuai jenjang pendidikan,” ungkap Budi.

Ia berharap pengajuan tersebut dapat disetujui sehingga upaya perbaikan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Sumbawa dapat terus berjalan, seiring masih tingginya angka kerusakan ruang kelas. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button