Sumbawa

Pemkab Sumbawa Targetkan Perluasan 800 Hektare Lahan Kopi Tahun 2026

​Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Pertanian tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperkuat sektor perkebunan.

​Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, mengungkapkan, setelah mengamankan bantuan perluasan lahan untuk tahun 2025, kini target lebih besar dibidik untuk tahun 2026 dengan rencana pengembangan mencapai 800 hektar lahan kopi.

Ia menjelaskan, usulan untuk program tahun 2026 tersebut saat ini sudah memasuki proses tender pengadaan di tingkat pusat.

​”Untuk tahun 2026 kita sudah mengajukan kopi, dan Alhamdulillah sekarang sedang proses tender. Mudah-mudahan bulan Maret atau April nanti kita sudah dapat informasi kepastiannya, itu sebesar 800 hektar,” ungkap Ni Wayan kepada NTBSatu, Minggu, 8 Februari 2026.

Sumbawa Dapat Bantuan 150 hektare lahan

​Ni Wayan menjelaskan, rencana perluasan ini merupakan keberlanjutan dari program tahun 2025, di mana Kabupaten Sumbawa telah mendapatkan kepastian bantuan seluas 150 hektare yang terdiri dari 100 hektare kopi Arabika dan 50 hektare kopi Robusta.

​Dalam implementasinya nanti, Dinas Pertanian akan sangat selektif menentukan lokasi penanaman berdasarkan spesifikasi varietas agar hasil produksi maksimal. Program ini mencakup dua kategori utama, yakni pengembangan lahan baru dan peremajaan tanaman yang sudah tua.

​”Kami sedang menyusun CPCL (Calon Petani Calon Lokasi). Untuk jenis Arabika, kami upayakan di lokasi dengan ketinggian di atas 900 mdpl seperti di Batu Dulang, Ropang, dan wilayah Tepal. Sementara Robusta akan kami arahkan ke wilayah lain seperti Plampang, Lantung, hingga Orong Telu,” jelasnya.

​Selain fokus pada komoditas kopi, Ni Wayan memaparkan visi besar untuk melakukan diversifikasi tanaman hortikultura di dataran tinggi Sumbawa.

Beberapa komoditas yang akan diuji coba dan dikembangkan antara lain durian, alpukat, manggis, hingga rencana penanaman apel Malang untuk melihat kesesuaian iklimnya.

​Tidak hanya mengejar nilai ekonomi, Dinas Pertanian juga merancang program penghijauan yang bernilai estetika. Ni Wayan mengaku tengah mengupayakan pembibitan bunga Tabebuya untuk mempercantik akses jalan raya dan lahan kosong di Kabupaten Sumbawa.

​”Tujuannya selain penghijauan untuk mencegah banjir, kita ingin pemanfaatan lahan ini punya nilai estetika atau asri. Jadi selain ada nilai ekonomisnya nih, juga indah dipandang mata agar orang betah datang ke Sumbawa,” tambahnya.

​Pihaknya berharap, dengan dukungan bibit dan perbaikan infrastruktur dari pemerintah pusat, sektor perkebunan Sumbawa dapat semakin maju dan kompetitif di masa depan.

​”Puji syukur, kita tetap mendapat bantuan pusat meskipun dalam bentuk bibit. Ini sangat berarti karena para kelompok tani penerima memang sangat membutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button