13 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Mataram Menunggu Perbaikan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), tengah melakukan upaya akselerasi dalam menata infrastruktur hunian masyarakat secara menyeluruh.
Fokus utama otoritas setempat saat ini tertuju pada penanganan 13.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan basis data krusial dalam misi besar pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui penyediaan hunian yang lebih sehat, aman, dan manusiawi.
Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri menjelaskan, validasi terhadap 13.000 unit rumah tersebut merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
Penanganan infrastruktur ini merupakan bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan bagi sekitar 20.000 Kepala Keluarga (KK). Di mana saat ini masih tercatat dalam kategori miskin ekstrem di Kota Mataram. Menurutnya, rumah yang layak adalah fondasi utama bagi sebuah keluarga untuk mulai membangun kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.
“Angka 13.000 unit rumah tidak layak huni ini adalah prioritas kerja kami di jajaran dinas. Kami harus membedah data ini secara mendalam hingga ke tingkat lingkungan. Tujuannya, agar intervensi perumahan benar-benar menyentuh keluarga yang paling membutuhkan. Terutama mereka yang masuk dalam daftar 20.000 KK miskin ekstrem tersebut,” ujar M. Nazarudin, Jumat, 6 Februari 2026.
Masih Ada Ketimpangan
Berdasarkan pemetaan sektoral oleh dinas, sebaran RTLH di Kota Mataram menunjukkan adanya disparitas atau ketimpangan antarwilayah yang cukup nyata. Kecamatan Sandubaya dan Ampenan teridentifikasi memiliki konsentrasi hunian tidak layak yang cukup signifikan dibandingkan dengan wilayah lain yang relatif lebih rendah.
Oleh karena itu, Dinas Perkim akan menerapkan skala prioritas dengan memberikan atensi lebih besar pada kawasan-kawasan dengan jumlah “titik merah” atau sebaran RTLH terbanyak.
“Nantinya sinkronisasi data by name by address. Kami optimis penanganan 13.000 unit RTLH ini dapat terlaksana secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkas Nazarudin. (*)
Program ini tidak hanya untuk memperbaiki fisik dinding atau atap rumah. Namun juga mencakup peningkatan kualitas sanitasi dan akses air bersih. Harapannya, langkah populis ini mampu mengubah wajah permukiman di Kota Mataram menjadi kawasan yang lebih tertata, layak huni. Pada akhirnya mengangkat martabat serta kualitas hidup ribuan keluarga di Mataram secara permanen. (*)



