Kota Mataram

Target Nol Kemiskinan, DPRD Mataram Dorong Sinergi Lintas OPD

Mataram (NTBSatu) – Komisi IV DPRD Kota Mataram menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk mencapai target nol kemiskinan pada tahun 2029. Hal ini menanggapi data sekitar 28.295 Kepala Keluarga (KK)  yang masih masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman menyatakan, kunci pencapaian target pengentasan kemiskinan, terletak pada koordinasi program-program yang selama ini tersebar di berbagai sektor.

“Sebetulnya banyak program-program yang bisa dikoordinasikan dan disinergikan. Kemiskinan ini paling banyak intervensinya,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, penanganan kemiskinan harus menyentuh berbagai sisi secara bersamaan. Mulai dari sisi kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi di Dinas UKM, Dinas Sosial, dan Dinas Tenaga Kerja, hingga perbaikan sarana prasarana seperti kelayakan perumahan di bawah Dinas Permukiman.

Menurutnya, jika seluruh OPD dapat betul-betul bersinergi dengan program yang berada dalam satu rumpun melalui intervensi bersama, maka target dalam RPJMD untuk menghapus kemiskinan ekstrem dapat tercapai. Langkah ini harapannya mampu membawa angka kemiskinan menuju titik nol.

“Maka target-target yang ada di RPJMD itu kami yakin bisa terpenuhi dan tercapai begitu, ” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, poin krusial yang harus pemerintah daerah wujudkan, penyediaan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berdaya secara mandiri.

Hal ini meliputi akses terhadap sumber kehidupan yang layak, pengembangan usaha, hingga terciptanya peluang kerja atau kekaryaan.

“Yang paling penting adalah bagaimana memberikan mereka kesempatan. Artinya ada usaha, atau mereka diberdayakan dalam bentuk kekaryaan,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Pemerintah Kota Mataram, ribuan KK miskin ekstrem tersebut tersebar di enam kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Ampenan menjadi yang tertinggi dengan 6.549 KK, Sandubaya 6.396 KK, Selaparang 4.100 KK. Kemudian, Mataram 3.856 KK, Cakranegara 3.744 KK, dan Sekarbela 3.650 KK. (Salsa)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button