Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Mataram Tembus Rp90 Ribu per Kilogram
Mataram (NTBSatu) – Menjelang bulan suci Ramadan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram melonjak tajam hingga Rp90.000 per kilogram.
Meski demikian, Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya secara umum masih aman dan relatif stabil.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di pasar induk, harga cabai rawit masih bersifat fluktuatif. Kisaran Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram.
“Kemarin posisinya Rp85.000, hari ini (kemarin, red) turun ke Rp80.000. Namun di beberapa pasar pantauan lain memang sudah menembus Rp90.000 per kilogram,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 5 Februari 2026.
Sri menjelaskan, lonjakan harga cabai rawit akibat faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi. Serta, terbatasnya pasokan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali.
“Faktor cuaca menyebabkan gagal panen. Sementara stok dari Jawa dan Bali juga terbatas karena di daerah tersebut mengalami kenaikan harga yang sama,” katanya.
Selain cabai rawit, komoditas hortikultura lain seperti cabai merah besar juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat relatif stabil di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Untuk menekan lonjakan harga, Dinas Perdagangan Kota Mataram mulai mengandalkan pasokan cabai Bhaskara asal Bima yang kini masuk melalui distributor lokal.
“Mudah-mudahan masuknya cabai dari Bima bisa mengimbangi harga cabai lokal yang saat ini cukup tinggi,” ujarnya.
Harga Kebutuhan Pokok Lain Masih Terkendali
Selain itu, Sri memastikan, harga kebutuhan pokok lainnya masih terkendali. Harga beras premium dan medium terpantau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kemudian, daging sapi stabil di angka Rp130.000 per kilogram dan daging ayam di kisaran Rp40.000 per kilogram. Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga berencana menggelar Bazar Pasar Rakyat di sejumlah titik.
“Kami berupaya mendekatkan masyarakat dengan distributor melalui bazar, sehingga masyarakat bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau. Termasuk, MinyaKita yang dijual sesuai HET Rp15.700 per liter,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan kenaikan harga cabai ini, Salah seorang warga, Sariati mengaku terkejut, dengan kenaikan harga cabai yang begitu signifikan dalam waktu singkat.
“Sekarang saja harga cabai sudah naik sampai segini, apalagi besok pas sudah masuk Ramadan, pasti tambah naik lagi harganya. Padahal cabai ini kebutuhan yang tidak bisa ditinggal kalau masak,” keluhnya kepada NTBSatu. (Salsa)



