Kota Mataram

Daging Ayam Picu Inflasi Tertinggi di Mataram, Diduga Akibat Borongan Pasokan untuk MBG

Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram mencatatkan tingkat inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi di Provinsi NTB, pada penutupan tahun 2025. Berdasarkan data perkembangan inflasi Desember 2025, Kota Mataram mengalami inflasi tahunan sebesar 3,21 persen.

“Angka ini menempatkan Mataram di posisi teratas dibandingkan wilayah IHK lainnya di NTB. Yaitu, Kota Bima (2,94 persen) dan Kabupaten Sumbawa (2,78 persen). Secara bulanan (m-to-m), Mataram mencatatkan inflasi sebesar 0,71 persen,” ujar Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto.

Salah satu pemicu utama lonjakan harga di Ibu Kota Provinsi NTB ini adalah komoditas daging ayam ras, yang ketersediaannya di pasar tradisional diduga terdampak oleh tingginya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Daging ayam ras menjadi salah satu dari lima komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Mataram. Dengan andil sebesar 0,06 persen,” jelas Reza.

IKLAN

Penjelasan Dinas Perdagangan Kota Mataram

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengungkapkan, pada Desember 2025, harga daging ayam di pasar sempat melonjak hingga kisaran Rp40.000, Rp42.000, sampai Rp45.000 per kilogram.

Dugaan kuat penyebab kenaikan harga ini, karena besarnya serapan pasokan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sri Wahyunida menjelaskan, meskipun distributor telah menyiapkan pasokan, kebutuhan akan daging ayam segar untuk program nasional tersebut tetap memberikan tekanan pada stok di pasar tradisional

“Memang kemarin sempat kita wawancara di lapangan. Karena memang MBG ini kan menggunakan daging ayam segar, tetapi distributor sudah menyiapkan itu,” ujar Sri Wahyunida.

Hingga awal Januari 2026, harga daging ayam mulai menunjukkan tren melandai di angka Rp38.000 di Pasar Induk Mandalika. Meskipun di pasar pantauan lain, seperti Dasan Agung masih tertahan di angka Rp40.000.

Menghadapi potensi lonjakan harga menjelang Ramadan di pertengahan Februari, Pemerintah Kota Mataram berencana menggelar Pasar Rakyat dan Operasi Pasar Murah pada awal Februari 2026.

“Langkah ini untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika permintaan pasar yang tinggi,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button