Bupati Pathul Sebut Kasus Dugaan Keracunan MBG di Loteng Masih dalam Batas Wajar
Mataram (NTBSatu) – Bupati Lombok Tengah (Loteng), Pathul Bahri merespons kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia menilai, insiden tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan, mengingat skala pelaksanaan program MBG yang sangat besar terutama secara nasional.
“Begini, saya tidak ingin mengatakan ada keraguan yang besar. Kalau kita bicara dari jumlah SPPG, secara nasional itu jumlahnya sekitar 60 sampai 80 ribu dapur,” ujarnya, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, jika hanya terjadi satu atau dua kasus di beberapa titik, maka secara persentase jumlahnya sangat kecil dari keseluruhan pelaksanaan program. “Jika terjadi satu atau dua kasus di beberapa titik, itu persentasenya sangat kecil, sekitar 0,0001 persen,” jelasnya.
Pathul menyebut, dalam kehidupan sosial dan praktik demokrasi, munculnya persoalan semacam itu merupakan hal yang wajar dan relatif jarang terjadi. “Dalam kehidupan berdemokrasi dan kehidupan sosial, hal seperti itu wajar terjadi dan sangat jarang,” katanya.
Bupati Loteng ini kembali menegaskan, secara nasional jumlah SPPG bahkan mencapai lebih dari 60 ribu hingga 81 ribu dapur. Dengan cakupan sebesar itu, satu kasus yang terjadi ia nilai tidak mencerminkan kegagalan program secara keseluruhan.
“Kalau kita bicara secara nasional, jumlah SPPG tadi sekitar 60 ribu, bahkan ada yang menyebut sampai 81 ribu dapur. Jika hanya satu kasus yang terjadi, maka itu sangat kecil dampaknya,” ujarnya.
Selama insiden tersebut belum berdampak luas dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat secara nyata, Pathul menilai kondisi masih berada dalam batas wajar. “Selama hal tersebut belum berdampak luas dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat secara nyata, saya kira itu masih dalam batas wajar,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar isu tersebut tidak digiring secara berlebihan ke ruang publik. Ia berharap, media tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan.
“Karena itu, saya harap teman-teman tidak mengembangkan isu tersebut secara berlebihan,” tegasnya. (Alwi)



