Lombok Timur

Lowongan MBG di Lombok Timur Diserbu Pelamar

Lombok Timur (NTBSatu) — Lowongan kerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur diserbu ribuan pelamar. Rekrutmen terbuka yang digelar Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3 – Yayasan Indonesia Bangkit Mendunia pada Sabtu, 31 Januari 2026. 

Mereka mencatat 1.000 pendaftar, sementara kuota akhir hanya menyediakan 47 posisi kerja.

Tingginya animo tersebut mencerminkan ketatnya persaingan. Dari total pendaftar, panitia hanya meloloskan 300 orang ke tahap tes tulis. 

Dengan kuota akhir 47 orang, peluang lolos seleksi berada di kisaran 4,7 persen, menjadikan rekrutmen MBG sebagai salah satu seleksi tenaga kerja paling kompetitif di Lombok Timur.

Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3, Bambang Cahyadi, menyebut seleksi ketat menjadi keharusan demi menjaga mutu layanan MBG. Ia meluruskan anggapan publik yang menyebut program tersebut sekadar proyek hibah.

“Ini bukan makanan gratis, melainkan dibiayai dari pajak rakyat. Karena itu kualitas harus dijaga. Bahkan chef kami datangkan dari profesional,” tegas Bambang.

Ia menjelaskan, seluruh tenaga kerja yang lolos tidak langsung bertugas. Yayasan mewajibkan mereka memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikat higiene dapur. 

Selain itu, dapur MBG menerapkan standar operasional setara industri jasa boga, mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan bahan baku dengan rapid test, hingga perlindungan asuransi kecelakaan kerja.

Program MBG di Bagik Nyaka juga menjalankan visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Implementasi visi tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM lokal. 

Dapur MBG membuka peluang bagi petani, nelayan, dan pengrajin roti di Lombok Timur untuk menjadi pemasok bahan pangan.

Namun demikian, seluruh mitra pemasok wajib memenuhi standar anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) RI, yakni Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil.

Bambang menilai, dampak ekonomi MBG akan sangat signifikan jika program berjalan optimal. 

“Jika 100 dapur MBG beroperasi penuh, akan tercipta sekitar 5.000 lapangan kerja baru. Angka ini berpotensi mengubah peta ekonomi di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi 953 pelamar yang tidak lolos seleksi, yayasan tetap membuka peluang lanjutan. 

Yayasan Indonesia Bangkit Mendunia menyiapkan opsi penempatan di unit usaha lain. Seperti sektor food and beverage (kafe dan restoran musiman Ramadan), layanan travel haji dan umrah Fitour International, hingga Rumah Potong Hewan (RPH) higienis yang dikelola yayasan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button