Jelang Ramadan dan Cuaca Buruk, Harga Cabai Rawit di Mataram Naik Hampir Dua Kali Lipat
Mataram (NTBSatu) – Masyarakat Kota Mataram mulai merasakan “pedasnya” harga kebutuhan pokok seiring mendekatnya bulan suci Ramadan. Meski pemerintah menjamin ketersediaan barang, lonjakan harga pada komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit menjadi sorotan utama karena harganya meroket hingga dua kali lipat hanya dalam hitungan hari.
Kepala Bidang Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengonfirmasi pergerakan harga ini mulai terjadi akibat perpaduan antara faktor cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan konsumen menjelang bulan puasa. Faktor cuaca buruk memicu penurunan hasil panen.
Sri Wahyunida memaparkan pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, harga cabai rawit di tingkat pasar masih berada pada kisaran normal, yaitu Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Bahkan, di beberapa titik pasar seperti Kopling, harga sempat menyentuh angka Rp30.000 per kilogram pada hari Jumat terakhir.
Namun, memasuki awal pekan ini, harga komoditas tersebut melonjak tajam hampir dua kali lipat menjadi Rp55.000 per kilogram.
“Kenaikan ini yang perlu kita antisipasi karena kita akan menjelang Ramadan. Dan biasanya permintaan kebutuhan pokok terkait hortikultura memang mengalami kenaikan,” ujar Sri Wahyunida, Senin, 26 Januari 2026.
Menyikapi lonjakan harga yang signifikan ini, Dinas Perdagangan Kota Mataram segera mengambil langkah cepat untuk memantau rantai distribusi.
Sri Wahyunida berencana memimpin langsung tim untuk melakukan survei harga ke dua pasar besar, yakni Pasar Pagesangan dan Pasar Mandalika. Tujuannya, mencari tahu penyebab pasti kenaikan harga tersebut.
Langkah ini untuk memastikan apakah kenaikan harga murni karena faktor pasokan akibat cuaca atau ada kendala lain di tingkat distributor. Sri menekankan, pentingnya pengawasan lapangan agar harga tidak terus merangkak naik tanpa kendali di saat warga sangat membutuhkan bahan pokok untuk menyambut bulan suci.
Harga Komoditas Cenderung Stabil
Di tengah lonjakan harga cabai, Sri Wahyunida membawa kabar baik mengenai stok beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Berdasarkan hasil tinjauan langsung ke gudang Bulog dan koordinasi dengan pimpinan Bulog setempat, ia memastikan ketahanan stok beras untuk wilayah Mataram dan Nusa Tenggara Barat secara umum berada pada posisi yang sangat aman.
Pihak Bulog memberikan jaminan, ketersediaan beras mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan. Hingga saat ini, harga beras premium di pasaran tetap stabil dan tidak ada yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain beras, harga kebutuhan protein hewani seperti daging sapi, daging ayam, dan telur juga masih terpantau stabil di Kota Mataram.
Harga daging sapi kualitas super masih bertahan di angka Rp135.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam berada pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Harga telur ayam berkisar antara Rp55.000 hingga Rp58.000 per tray tergantung ukuran.
Bahkan komoditas lain seperti bawang merah masih menunjukkan harga yang normal di angka Rp30.000 per kilogram, meskipun cuaca buruk sering melanda. Sri mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pemerintah terus memantau ketersediaan barang agar tetap stabil selama bulan Ramadan. (*)



