Sumbawa

Jual di Atas HET, Dua Pangkalan LPG di Sumbawa akan Ditutup

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), mengambil langkah tegas terhadap penyaluran LPG bersubsidi yang tidak sesuai aturan.

​Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya mengungkapkan, ada dua pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Sumbawa terancam dicabut izin operasionalnya karena terbukti melakukan pelanggaran berat.

Ia menyebutkan, pihaknya bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) LPG telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

​”Kita sudah memegang beberapa data pangkalan. Yang saat ini sudah kita kroscek di lapangan ada dua. Ini sedang kita siapkan suratnya untuk kita sampaikan rekomendasi penutupan,” ujar Ivan kepada NTBSatu, Jumat, 23 Januari 2026.

IKLAN

​Ivan menjelaskan, rekomendasi sanksi tegas berupa penutupan ini dikeluarkan bukan tanpa alasan. Berdasarkan temuan di lapangan, kedua pangkalan tersebut melakukan dua pelanggaran fatal.

​”Penyebabnya, pertama dia menjual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kedua, dia memindahkan barang ke tempat lain. Misalnya barang datang, dia geser atau dijual ke tempat lain, tidak disalurkan semestinya,” tegasnya.

​Saat ini, pihaknya tengah menunggu arahan pimpinan daerah (Bupati Sumbawa) untuk memfinalisasi surat rekomendasi penutupan tersebut, mengingat padatnya agenda daerah pasca perayaan HUT Kabupaten Sumbawa baru-baru ini.

​Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga memberikan peringatan keras kepada pangkalan LPG lainnya agar tidak bermain-main dengan harga dan jalur distribusi. Ia menekankan, rantai distribusi resmi dari Pertamina berakhir di tingkat pangkalan, bukan pengecer.

​”Proses pendistribusian ini dari Pertamina ke Agen, lalu ke Pangkalan. Sudah mentok di Pangkalan. Tidak boleh lagi ada pengecer di bawah pangkalan,” jelas Ivan.

​Menurutnya, keberadaan pengecer ilegal inilah yang seringkali menjadi pemicu lonjakan harga gas melon di tengah masyarakat.

​”Kalau ada (pengecer), ini sebenarnya yang bisa menaikkan harga. Itulah yang kita antisipasi. Kalau ketahuan seperti itu, mungkin kita juga rekomendasikan untuk kita tutup,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button