Kunjungan Wisata Hiu Paus Menurun, Dispopar Sumbawa Soroti Kebocoran Pendataan dari Jalur Laut
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa mengakui tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya di destinasi unggulan daerah, wisata Hiu Paus di Teluk Saleh.
Data resmi Dispopar Sumbawa mencatat, sepanjang 2025 jumlah kunjungan ke wisata Hiu Paus Teluk Saleh mencapai 19.504 wisatawan. Terdiri dari 14.435 wisatawan mancanegara dan 5.069 wisatawan nusantara.
Meskipun angka tersebut masih tergolong tinggi, Dispopar menilai kunjungan wisatawan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara membenarkan kondisi tersebut. Ia menilai Hiu Paus masih menjadi destinasi favorit, namun jumlah kunjungan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Ya, memang ada penurunan, terutama yang di Hiu Paus. Ada penurunan pengunjung di situ,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, persoalan utama terletak pada akurasi dan validitas pendataan kunjungan wisata. Sistem yang pemerintah gunakan saat ini belum mampu merekam data secara real-time, baik dari lokasi wisata maupun dari sektor akomodasi seperti hotel dan homestay.
Khusus di destinasi Hiu Paus Teluk Saleh, pihaknya menemukan adanya kebocoran jalur masuk wisatawan yang menyebabkan banyak pengunjung tidak tercatat dalam data resmi.
“Kendalanya, banyak data yang luput. Di Hiu Paus itu banyak wisatawan langsung masuk dari laut tanpa melalui dermaga. Kondisi ini menyulitkan kami untuk memastikan jumlah pengunjung,” jelasnya.
Kunjungan Wisatawan ke Sumbawa 2025
Secara keseluruhan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sumbawa mencatat total kunjungan wisata di Kabupaten Sumbawa sepanjang 2025 mencapai 111.401 wisatawan. Rinciannya, 23.003 wisatawan mancanegara dan 88.398 wisatawan nusantara.
“Kemudian, di beberapa destinasi lain juga mencatat kunjungan tinggi. Seperti, Tiu Batu Marente dengan 22.542 pengunjung dan Pulau Moyo sebanyak 8.590 pengunjung,” tambahnya.
Tata juga mengakui, pelaku usaha akomodasi belum melaporkan data tamu secara optimal, sehingga kondisi tersebut memengaruhi ketepatan statistik kunjungan wisata.
Untuk mencegah tren penurunan berlanjut pada 2026, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus membenahi sistem pendataan dan meningkatkan promosi destinasi unggulan.
“Kita tetap berupaya maksimal untuk mempromosikan destinasi unggulan kita,” tegasnya.
Selain promosi, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat lokal, dan para pemangku kepentingan lainnya agar sektor pariwisata Sumbawa semakin tertata.
“Tujuannya agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Sumbawa. Kami akan terus berupaya dan memperbaiki setiap kelemahan yang ada,” tegasnya. (*)



