Festival Pesona Bau Nyale 2026 Segera Hadir, Simak Jadwal dan Lokasinya
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah segera menghadirkan Festival Pesona Bau Nyale 2026, sebagai agenda budaya tahunan yang berlangsung pada awal Februari.
Festival ini menyatukan tradisi masyarakat Sasak, seni pertunjukan, serta keindahan alam pesisir selatan Lombok dalam satu rangkaian kegiatan terpadu.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lale Annisa Laksmi, S.STP., menjelaskan, panitia telah menyusun jadwal Festival Pesona Bau Nyale 2026 secara rinci. Panitia memilih awal Februari agar masyarakat dan wisatawan dapat menyesuaikan rencana kunjungan sejak jauh hari.
Dinas Pariwisata juga memperkuat koordinasi lintas sektor demi menjaga kelancaran seluruh agenda. “Sudah ada untuk waktu pelaksanaan, sekarang ini sedang rapat bersama Bupati, Dandim, Kapolres, dan stakeholder terkait untuk tahap finalisasi,” ungkapnya kepada NTBSatu, Rabu, 21 Januari 2026.
Jadwal Festival Pesona Bau Nyale
Festival Pesona Bau Nyale 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
1. Peresean
Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2026 diawali dengan pertunjukan Peresean yang berlangsung pada 1–5 Februari 2026. Lapangan Kuta Mandalika menjadi lokasi utama kegiatan ini.
Peresean menampilkan duel tradisional khas Sasak yang mengedepankan keberanian, sportivitas, serta semangat ksatria para pepadu sebagai bagian dari identitas budaya Lombok.
2. Karnaval Siyu Princess
Agenda berikutnya menghadirkan Karnaval Siyu Princess, pada 6 Februari 2026 yang berlokasi di kawasan Kuta Mandalika.
Karnaval ini menampilkan pesona perempuan Lombok melalui balutan busana adat, seni pertunjukan, serta simbol budaya daerah. Kegiatan ini menjadi wadah promosi kekayaan budaya lokal kepada wisatawan nusantara.
3. Malam Puncak Bau Nyale
Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2026 berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di Pantai Seger. Malam Puncak Bau Nyale menghadirkan tradisi penangkapan nyale yang terinspirasi dari legenda Putri Mandalika.
Tradisi ini mengajak masyarakat dan wisatawan merasakan perpaduan antara budaya, alam, serta nilai spiritual yang hidup dalam tradisi masyarakat Lombok.
Melalui festival ini, Lombok Tengah terus menguatkan komitmen pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. (*)



