Sumbawa

BM Nilai Pemerintahan Jarot–Ansori Masih On The Track, Ingatkan Percepatan Birokrasi Jelang HUT Ke-67 Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Sumbawa, Mantan Wakil Gubernur NTB 2008–2013, Badrul Munir memberikan sejumlah catatan penting terhadap kinerja pemerintahan Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Jarot dan Wakil Bupati Ansori.

BM -sapaan akrab Badrul Munir- menilai, penyelenggaraan pemerintahan Sumbawa pada tahun pertama kepemimpinan Jarot–Ansori masih berada pada jalur yang tepat. Ia melihat, roda pemerintahan berjalan relatif stabil dan terarah, tanpa gejolak berarti.

“Kalau saya melihat perjalanan satu tahun pertama ini, penyelenggaraan pemerintahan masih on the track. Artinya, arah kebijakan dan langkah-langkah yang diambil masih sesuai dengan koridor pemerintahan yang benar,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 19 Januari 2026.

BM menyoroti tiga fokus utama yang menurutnya sedang pasangan Jarot–Ansori kerjakan serius oleh. Pertama adalah penataan birokrasi sebagai mesin utama pemerintahan.

IKLAN

Ia menilaim Bupati Sumbawa cukup berhati-hati dan cermat dalam menempatkan personel serta memanfaatkan sumber daya manusia yang ada.

“Sebagai kepala daerah, tentu beliau membutuhkan birokrasi yang handal. Saya lihat Pak Bupati sangat berhati-hati dalam penataan ini, karena birokrasi adalah mesin yang menentukan apakah kebijakan bisa berjalan atau tidak,” jelasnya.

Catatan kedua, lanjut BM, adalah kuatnya dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Jarot–Ansori. Ia menilai, dukungan tersebut lahir dari pendekatan kepemimpinan yang menjaga kepercayaan publik melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Program seperti Sumbawa Hijau Lestari, upaya penyelamatan hutan, hingga swasembada pangan menunjukkan orientasi yang jelas kepada kepentingan rakyat. Ini penting untuk menjaga trust publik agar tidak berkurang,” katanya.

Selain itu, BM juga menilai hubungan antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Sumbawa berjalan harmonis. Menurutnya, relasi yang dibangun bukan sekadar kemitraan politik, tetapi lebih pada semangat kolaborasi untuk pembangunan daerah.

“Hubungan dengan DPRD saya lihat bagus dan tidak ada kendala berarti. Pak Djarot datang dengan semangat membangun kolaborasi dan kepercayaan, bukan sekadar urusan politik,” tegas BM.

Beri Catatan Kritis

Meski memberikan apresiasi, BM tetap menyampaikan catatan kritis. Ia menilai, tantangan utama pemerintahan Jarot–Ansori ke depan adalah meningkatkan kecepatan dan daya respons birokrasi, khususnya di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Saya lihat Bupati dan DPRD ingin bergerak cepat, tetapi mesin birokrasi di bawahnya belum sepenuhnya mampu mengimbangi. Ini tantangan yang harus segera dijawab agar percepatan pembangunan bisa berjalan proporsional dan terukur,” ujarnya.

Menurut BM, percepatan pembangunan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga soal keselarasan antara visi kepala daerah dan kemampuan birokrasi dalam mengeksekusinya.

Momentum HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa, kata BM, layak dijadikan ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan. Namun, ia mengingatkan agar capaian yang ada tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri.

“Sudah ada banyak hal positif, tapi jangan cepat puas. Tantangan ke depan masih besar dan membutuhkan kerja yang konsisten,” tutupnya. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button