Berhasil Tekan Angka Stunting, Dinkes Lombok Tengah Targetkan Turun hingga 7 Persen di 2026
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kerja keras tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah membuahkan hasil signifikan, dengan menurunnya angka stunting pada akhir 2025, yaitu 9,81 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Dr. Suardi menjelaskan, angka stunting Lombok Tengah menurun dari angka 10,15 persen pada 2024. Keberhasilan ini mencapai satu digit sesuai dengan harapan.
“Untuk stunting di akhir Desember kita di posisi 9,81, satu digit sesuai dengan target. Kalau absolutnya sekitar 8.022 balita,” ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.
Suardi menjelaskan, kesuksesan Lombok Tengah dalam menekan angka stunting hingga di bawah 10 persen adalah karena kerja keras tim dan strategi intervensi gizi. Yaitu, pemberian makanan tambahan seperti telur dan asupan gizi lainnya di seluruh Posyandu Kabupaten Lombok Tengah.
“Jadi penurunan stunting ini, karena kerja tim kita dan intervensi langsung dari makanan. Semua target bayi stunting kita intervensi langsung di seluruh Posyandu,” jelasnya
Selanjutnya, ia menargetkan untuk menekan angka penurunan stunting pada 2026 hingga tujuh persen. Adapun hasil analisa, mayoritas faktor dari stunting yaitu pernikahan dini.
Oleh karena itu sebagai upaya penekanan angka stunting, pihaknya menegaskan akan melibatkan dinas pendidikan, dinas sosial dan kementerian agama.
“Kita sudah coba menganalisis balita dengan kondisi stunting yang berada di usia 12-35 bulan itu lahir, dari mereka yang di bawah usia 19 tahun atau pernikahan usia dini,” ungkapnya
Adapun tantangan dalam menekan jumlah stunting yaitu pernikahan dini, penyakit infeksi dan pola asuh. Oleh karena itu, Suardi mengajak keterlibatan orang tua serta lintas sektor untuk bersama-sama menekan angka stunting. (Marwati)



