Kota Mataram

Mataram Siaga Cuaca Ekstrem: Sembilan Pohon Besar Tumbang dalam Sehari, Kerugian Capai Puluhan Juta

Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram kini berada dalam status siaga cuaca ekstrem. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Selasa, 20 Januari 2026, tercatat sedikitnya sembilan pohon tumbang di berbagai titik strategis akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat.

Dampak paling fatal terjadi di Lingkungan Sukaraja Timur Perluasan. Sebuah pohon beringin karet raksasa roboh dan menghancurkan atap rumah warga saat penghuninya tengah terlelap.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki mengungkapkan, cuaca saat ini benar-benar di luar normal. Merujuk data BMKG, kecepatan angin di wilayah Mataram menembus angka 120 hingga 150 knot. Kondisi ini diperparah dengan kejenuhan tanah yang sudah mencapai titik maksimal akibat hujan berbulan-bulan.

“Hari ini tercatat ada sembilan laporan kejadian, termasuk beberapa huntara yang atapnya terbang di Bintaro. Namun, yang paling besar dan membutuhkan penanganan ekstra adalah pohon beringin karet di Sukaraja ini,” tegas Muzaki di lokasi kejadian, Selasa, 20 Januari 2026.

IKLAN

Kejadian di Sukaraja tersebut menyisakan trauma bagi warga. Sri, salah satu korban, mengaku guncangan saat pohon tumbang terasa seperti gempa bumi.

Sementara itu, Tri Handayani, pemilik rumah sekaligus warung nasi yang hancur tertimpa batang beringin, menaksir kerugiannya mencapai Rp40 juta.

“Kejadiannya subuh, begitu terdengar suara pohon jatuh, kami langsung lari keluar. Saya berharap ada bantuan perbaikan karena warung ini sumber penghasilan saya,” tutur Tri dengan nada berharap.

Kondisi Pohon di Mataram

Tak hanya di Sukaraja, amukan angin juga menumbangkan delapan pohon lainnya yang tersebar di Jalan Brawijaya, Taman Bako Ampenan. Kemudian, Jalan Sriwijaya, Jalan Udayana hingga pohon kurma di Jalan Palapa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi menyebutkan, meski pohon-pohon tersebut terlihat kokoh dari luar, banyak yang ternyata sudah keropos di bagian dalam.

“Jumlahnya kemungkinan bisa bertambah, karena potensi hujan deras dan angin kencang masih akan terjadi. Tapi kami tetap berdoa semoga tidak ada tambahan,” ujar Nizar Denny.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, DLH, Perkim, dan Dishub masih berjibaku di lapangan untuk membersihkan sisa-sisa dahan yang melilit kabel listrik dan menghalangi jalan.

Pemerintah Kota Mataram mengeluarkan peringatan bagi warga untuk tetap waspada hingga 26 Januari mendatang, mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terus menghantui wilayah ibu kota NTB tersebut. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button