SDN 2 Ntonggu Bima Kembali Dibuka Setelah Tiga Bulan Disegel
Bima (NTBSatu) – SDN 2 Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, kembali menjalankan aktivitas pendidikan setelah mengalami penyegelan selama tiga bulan.
Penutupan sekolah tersebut muncul akibat tindakan oknum masyarakat Desa Ntonggu yang mempersoalkan status lahan sekolah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengambil langkah tegas dengan membuka kembali akses sekolah pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan, tindakan penyegelan dan penguasaan lahan sekolah tidak memiliki dasar hukum.
Ia menjelaskan, lahan SDN 2 Ntonggu berstatus sebagai aset resmi pemerintah daerah yang berfungsi untuk kepentingan pendidikan masyarakat.
“Sekolah adalah fasilitas umum yang harus dijaga bersama. Apa pun permasalahan yang ada, penyelesaiannya harus melalui jalur hukum dan musyawarah, bukan dengan menghambat aktivitas pendidikan,” tegasnya.
Pemerintah daerah menilai, pendidikan sebagai hak dasar anak yang tidak boleh terhambat oleh kepentingan apa pun.
Oleh karena itu, Pemkab Bima meminta seluruh pihak menghormati fungsi sekolah sebagai sarana belajar dan pembentukan karakter generasi muda.
Siswa Terpaksa Belajar di Tenda
Sebelumnya, perhatian publik terhadap persoalan ini meningkat setelah sebuah video keluhan siswa menyebar luas melalui media sosial.
Akun Facebook bernama Nas Kalate Jr mengunggah video dengan keterangan, “Semoga Pemerintah Kabupaten Bima Mendengar suara Siswa-Siswi SDN 2 Ntonggu Palibelo Kabupaten Bima ini”.
Video itu memperlihatkan seorang siswi menyampaikan keluhan dengan suara polos dan tangisan yang menyentuh hati. Salah seorang siswi SDN 2 Ntonggu mewakili teman-temannya untuk menyampaikan permohonan.
Ia berharap, pemerintah segera membuka kembali sekolah agar mereka tidak lagi belajar di bawah tenda dan dapat belajar normal seperti siswa lainnya
“Bolehkah kami meminta bantuan kepada Bapak Bupati, Pak Prabowo, untuk membuka segel sekolah kami? Karena kami membuat tenda sederhana untuk belajar sementara karena sekolah kami telah disegel,” ucapnya, mengutip Facebook Nas Kalate Jr, Selasa, 13 Januari 2026.
Siswi tersebut menegaskan, mereka ingin belajar secara aman dan nyaman sebagai generasi penerus bangsa. “Kami ingin belajar sebagai generasi emas, sebagai penerus bangsa kami harus belajar,” katanya. (*)



