Daerah NTB

266 Gempa Terdeteksi di Selat Lombok Selama Enam Hari, BMKG Imbau Mitigasi Mandiri

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, aktivitas seismik tinggi pada wilayah Selat Lombok dengan ratusan kejadian gempa bumi selama enam hari terakhir pada Januari 2026.

Data pemantauan tersebut menunjukkan, peningkatan signifikan aktivitas gempa yang terjadi secara beruntun dalam waktu relatif singkat.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama Stasiun Geofisika Mataram, Zahrotul Millah, S.Tr.Geof., menjelaskan, perkembangan aktivitas gempa berlangsung sejak 5 Januari hingga 10 Januari pukul 08.00 Wita.

“Dalam periode 5–10 Januari 2026 hingga pukul 08.00 Wita, wilayah Selat Lombok mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi tektonik. Berdasarkan hasil analisis BMKG, tercatat sebanyak 266 kejadian gempa bumi dengan episenter di laut dan magnitudo berkisar antara 1,4 hingga 2,9,” ujar Zahrotul kepada NTBSatu , Sabtu, 10 Januari 2026.

IKLAN

BMKG menilai rangkaian gempa tersebut memiliki kekuatan kecil, namun frekuensi kejadian yang tinggi tetap memerlukan kewaspadaan masyarakat. Getaran gempa juga berpotensi terasa pada beberapa wilayah sekitar Selat Lombok, meskipun tidak menimbulkan kerusakan.

Aktivitas Sesar Aktif Jadi Pemicu

Zahrotul menjelaskan, karakteristik gempa berkaitan erat dengan kondisi geologi dasar laut Selat Lombok. Analisis lokasi pusat gempa dan kedalaman sumber getaran menunjukkan, peran sesar aktif bawah laut.

“Peninjauan dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, rangkaian gempa bumi tergolong gempa bumi dangkal. Pemicunya adalah aktivitas sesar aktif di dasar laut,” jelasnya.

BMKG menegaskan, ilmu kebumian belum mampu memastikan waktu terjadinya gempa bumi. Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting.

“Mengingat dinamika bumi yang kompleks, gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi kebencanaan sangat diperlukan guna mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa,” tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat menerapkan mitigasi mandiri saat merasakan gempa kuat dan berlangsung lama. Masyarakat dapat melindungi kepala, menjauh dari kaca dan bangunan rapuh, menghindari wilayah pantai, serta menuju area terbuka guna mengantisipasi gempa susulan.

BMKG juga mengarahkan masyarakat agar memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button