Lombok Timur

BMKG Imbau Wisatawan Sembalun Waspadai Ancaman Longsor di Dua Jalur Utama Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada wisatawan yang berencana liburan ke wilayah Sembalun, Lombok Timur.

Imbauan ini menyusul banyaknya insiden bencana alam belakangan ini. Mulai dari banjir hingga tanah longsor, sehingga banyak akses transportasi terputus sejak beberapa waktu lalu.

Dari serangkaian bencana alam yang terjadi, Sembalun tergolong wilayah dengan karakteristik topografi yang rawan pergerakan tanah dan banjir kiriman saat curah hujan di atas normal.

Prakirawan on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM),  Nabilla Akhirta mengimbau, para wisatawan menghindari aktivitas di sekitar lereng dan jalur Sembalun.

IKLAN

“Wisatawan diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng, tebing, serta jalur rawan. Terutama saat dan setelah hujan,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 17 Januari 2026.

Jalur Pusuk Sembalun: Waspada Batu Jatuh dan Tebing Labil

Jalur Pusuk menjadi pantauan utama, karena paling sering menjadi akses menuju wisata Sembalun. Mengingat jalur ini merupakan akses tercepat, namun justru paling berisiko.

Jalur Pusuk Sembalun dikelilingi tebing-tebing terjal dengan tekstur tanah yang bisa tiba-tiba ambruk, akibat tidak bisa menahan resapan air. Aliran yang terus menerus akan membuat daya ikat tanah melemah dan berpotensi longsor.

BMKG berupaya terus melakukan peninjauan terhadap cuaca dan potensi bencana di sekitar jalur menuju Sembalun, terutama wilayah Pusuk.

“BMKG terus memantau dan melakukan update kondisi cuaca wisata Sembalun dan update potensi cuaca wilayah rawan longsor Pusuk Sembalun,” kata Nabila.

Selain itu, masalah kabut tebal yang tiba-tiba muncul menjadi kendala yang cukup berbahaya bagi pengemudi, terutama pada tikungan-tikungan tajam.

Jalur Belanting – Sambelia: Risiko Licin dan Banjir Lumpur

Sementara itu, untuk kawasan di jalur Belanting- Sambelia memiliki risiko tinggi banjir kiriman. Mengingat daerah ini merupakan wilayah tangkapan air dari hulu Gunung Rinjani.

Intensitas hujan lebat belakangan akan memicu air mengalir dari wilayah puncak dengan membawa material lumpur, pasir, hingga ranting pohon, menuju pesisir Sambelia.

Sebelumnya, sempat terjadi banjir lumpur di Sambelia yang mengakibatkan aspal licin. BMKG meminta pengguna jalan untuk berhati-hati, terutama bagi pengendara roda dua.

Imbauan dari BMKG diharapkan bisa menjadi pengingat masyarakat, untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berkunjung ke Sembalun.

“Wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Sembalun, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Mengingat wilayah tersebut rawan longsor dan pohon tumbang, terutama saat hujan sedang hingga lebat,” tambahnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button