Unram Sambut Kunjungan Nuffic Southeast Asia untuk Monitoring Program EMPM
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menyambut kunjungan Nuffic Southeast Asia untuk memantau pelaksanaan European Union Mobility Programme for Myanmar (EMPM).
Kunjungan ini memperkuat komitmen Unram dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Myanmar melalui program mobilitas virtual yang memperoleh pendanaan Uni Eropa.
Pertemuan berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025 dan melibatkan jajaran pimpinan serta pengelola program internasional Unram.
Delegasi Nuffic Southeast Asia yang hadir meliputi Arief Maulana, Lidya Veradilla, dan Kustin. Sementara itu, Unram menghadirkan Kepala Biro Akademik, Dwi Suswanto, S.Kom., MM., Wakil Kepala OIA Unram, Dr. Dewi Satria Elmiana, Kepala Pusat Pembelajaran Internasional, Ahmad Junaidi, Ph.D., serta para koordinator program studi yang menjadi pendamping akademik mahasiswa EMPM.
Seluruh peserta pertemuan membahas pelaksanaan program serta kondisi akademik mahasiswa.
Mewakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Dewi Satria Elmiana membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan keseriusan Unram dalam mengelola program EMPM.
Saat ini, Unram menjadi tuan rumah bagi 22 penerima EMPM Virtual Mobilities Scholarship atau Virtual Top-Up Scholarship, jumlah tertinggi pada tingkat perguruan tinggi Indonesia.
“Kami sangat senang akhirnya dapat bertemu secara langsung setelah begitu banyak pertemuan daring. Suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Anda di Unram,” ungkap Dewi, Selasa, 2 Desember 2025.
Monitoring Akademik dan Dukungan Mahasiswa
Perwakilan Nuffic Southeast Asia, Arief Maulana, menyampaikan terima kasih atas sambutan Unram serta menjelaskan tujuan utama kunjungan.
Ia menegaskan, Nuffic melakukan pemantauan perkembangan studi mahasiswa Myanmar yang mengikuti EMPM sebagai bagian dari komitmen Uni Eropa.
Ia juga menekankan dukungan berkelanjutan bagi mahasiswa Myanmar pada situasi darurat nasional. Program EMPM memiliki jadwal akhir pada Desember 2026.
Nuffic Southeast Asia menjalankan peran sebagai mitra pelaksana EMPM Virtual Mobilities Scholarship yang mendukung mahasiswa Myanmar aktif melalui penempatan akademik sementara, hingga empat semester pada perguruan tinggi mitra kawasan ASEAN. Mahasiswa tetap menyelesaikan studi dan memperoleh gelar dari universitas asal.
Selanjutnya, program ini melibatkan tujuh perguruan tinggi Asia Tenggara, termasuk tiga universitas Indonesia, salah satunya Universitas Mataram.
Pertemuan berlanjut dengan diskusi perkembangan akademik serta kesejahteraan mahasiswa, kemudian pemaparan pembaruan program dan rekomendasi oleh Ahmad Junaidi, Ph.D.
Seluruh pihak menutup pertemuan dengan komitmen bersama untuk menjaga keberhasilan studi mahasiswa Myanmar dalam program EMPM. (*)



