PemerintahanSumbawa Barat

Tembus Skor 72,89 Pangan Aman, KSB Tertinggi di Pulau Sumbawa

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Kabupaten Sumbawa Barat mencatat lonjakan skor Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026 secara signifikan. Wilayah ini meraih nilai 72,89 poin dari total nilai maksimal 100 poin.

Capaian nilai pertengahan tahun ini melompat jauh ketimbang perolehan angka pada periode tahun lalu. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat hanya mampu mengantongi nilai penilaian pada kisaran 36 poin saja.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda KSB, Syamsul, memaparkan perolehan nilai daerah tersebut secara optimistis.

IKLAN

“Kabupaten Sumbawa Barat sudah mencapai nilai 72, sekian nilainya,” ujarnya Jumat, 24 Juli 2026. 

Kabag Ekonomi menargetkan kenaikan skor hingga mampu menyentuh level tertinggi dalam penilaian nasional. “Mudah-mudahan kita bisa sampai di kategori unggul,” tambahnya. 

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Bima, Azis Sanjaya, S.Si, mengonfirmasi keunggulan capaian Sumbawa Barat tersebut.

“Posisi Sumbawa Barat saat ini tertinggi untuk wilayah Pulau Sumbawa,” kata Azis.

Azis menyebut, Sekretaris Daerah KSB langsung mematok target perolehan angka baru yang lebih tinggi. “Pak Sekda minta kita nilai 90 untuk penilaian mandiri,” tambahnya.

Tiga Besar di NTB

Lombok Barat menempati posisi puncak se-NTB dengan nilai 88 poin mengungguli kabupaten kota lainnya. Sumbawa Barat bertengger pada urutan ketiga se-NTB dan menjadi pemuncak untuk wilayah Pulau Sumbawa.

Sektor pendidikan Sumbawa Barat turut menyumbang capaian prestasi membanggakan pada ajang penilaian tingkat nasional.

“SDN Goa bahkan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujarnya. 

Sekolah dasar tersebut sukses menembus babak penilaian Lomba Sekolah Membudayakan Keamanan Pangan tingkat nasional. Para guru beserta murid kompak membentuk kader khusus untuk menjaga standar kebersihan kantin sekolah.

Balai POM Bima juga merancang terobosan inovasi pelayanan publik digital pada Mal Pelayanan Publik KSB. “Sehingga pelayanan dari Balai POM di Bima itu bisa menjangkau lebih mendekat,” ujar Azis

Masyarakat kelak bisa mengurus izin perizinan serta konsultasi produk secara langsung lewat layar monitor. Langkah perbaikan layanan ini akan memangkas jarak geografis antara wilayah Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Sumbawa Barat terus memperkuat ekosistem pangan yang aman serta halal bagi seluruh masyarakat. Sinergi kuat antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program daerah tersebut. (*) 

Artikel Terkait