Di Tengah Kasus Bupati Lombok Barat, Dinas Arpus Fokus Tangani 7.000 Anak Tidak Sekolah
Lombok Barat (NTBSatu) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinas Arpus) Lombok Barat tetap menjalankan program pelayanan publik, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) sebagai tersangka dugaan korupsi pada Selasa, 21 Juli 2026
Salah satu fokus Dinas Arpus ialah menekan angka sekitar 7.000 anak yang tidak bersekolah, melalui penguatan literasi hingga tingkat desa.
Kepala Dinas Arpus Lobar, Lalu Winengan menegaskan, situasi politik tidak boleh menghentikan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak mau tahu apa yang terjadi. Yang penting Lombok Barat ini harus kita majukan,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Winengan, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan guru dan desa dalam mengembangkan budaya literasi. Mereka nantinya menjadi penggerak perpustakaan di wilayah masing-masing.
“Supaya mereka lebih memahami dan lebih terarah dalam membina anak didik, terutama melalui literasi perpustakaan,” katanya.
Sasar Ribuan Anak Tidak Sekolah
Winengan mengaitkan pengembangan perpustakaan desa dengan persoalan ribuan anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan. Ia berharap, keberadaan perpustakaan mampu meningkatkan minat baca sekaligus mendorong anak kembali dekat dengan dunia pendidikan.
“Ini bagian dari upaya menangani sekitar 7.000 anak yang tidak sekolah di Lombok Barat, supaya kasus seperti itu tidak terus bertambah,” ujarnya.
Menurutnya, akses terhadap perpustakaan masih menjadi kendala di banyak desa. Perpustakaan daerah berada di Gerung dan sulit terjangkau oleh sebagian masyarakat.
Karena itu, Dinas Arpus mendorong setiap desa memiliki perpustakaan sendiri. Saat ini, baru 27 dari 119 desa yang memiliki perpustakaan.
“Kita berharap seluruh desa memiliki perpustakaan. Targetnya bisa tercapai paling lambat 2030,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Arpus juga menggelar lomba perpustakaan desa. Pemenang lomba akan menerima penghargaan pada Agustus mendatang. Program itu menjadi bagian dari strategi meningkatkan minat baca masyarakat.
Kejar Bantuan Buku Rp2 Miliar
Selain memperluas jaringan perpustakaan desa, Dinas Arpus juga mengupayakan tambahan koleksi buku. Winengan mengaku sedang memperjuangkan bantuan pengadaan buku senilai Rp2 miliar melalui Komisi X DPR RI.
“Saya sedang mengusahakan program pengadaan buku sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.
Ia berharap, setiap perpustakaan desa nantinya memperoleh dukungan sekitar Rp50 juta untuk pengembangan koleksi.
Di sisi lain, Dinas Arpus juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menyumbangkan buku. Saat ini, Perpustakaan Daerah Lombok Barat memiliki sekitar 100 ribu eksemplar buku. Menurut Winengan, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Minimal kita ingin memiliki satu juta eksemplar buku karena gedung perpustakaan kita cukup besar,” tandasnya. (*)




