Lombok Timur

Bangun Masjid di Gereneng, Al-Ummah Foundation Dorong Pendidikan Qurani

Lombok Timur (NTBSatu) – Yayasan Al-Ummah Foundation Indonesia membangun masjid di Dusun Gereneng, Desa Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Pembangunan itu ditujukan untuk memperkuat fasilitas pendidikan keagamaan di pondok pesantren.

Pendiri Yayasan Al-Ummah Foundation Indonesia, Zamroni mengatakan, pembangunan masjid di Gereneng menjadi salah satu program prioritas karena melihat potensi besar yang dimiliki pondok pesantren tersebut.

Zamroni menyebut,  pembangunan masjid di Gereneng memiliki nilai khusus. Sebab, pondok pesantren tersebut dipimpin Ustadz Abdurrahman, qori internasional yang pernah meraih juara pertama di Iran.

IKLAN

“Beliau adalah qori internasional yang pernah juara nomor satu di Iran. Akan tetapi, beliau belum memiliki fasilitas untuk melahirkan generasi-generasi seperti beliau,” kata Zamroni.

Zamroni menilai, keterbatasan sarana menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di pondok pesantren. Karena itu, pihaknya hadir untuk membantu menyediakan fasilitas ibadah sekaligus mendukung proses pembinaan santri.

Ia berharap, masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam.

Masjid tersebut nantinya akan menjadi pusat kegiatan Qur’an Center, pembinaan bahasa, serta berbagai program pendidikan lainnya.

“Harapan kami, dengan terbangunnya masjid ini bisa lahir generasi-generasi baru seperti Ustadz Abdurrahman,” ujarnya.

Dorong Lahirnya Qari Baru

Zamroni bahkan menargetkan NTB dapat memiliki lebih banyak tokoh seperti Ustadz Abdurrahman yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami berharap lahir 1.000 Ustadz Abdurrahman lagi di NTB,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid di Gereneng merupakan bagian dari program Al-Ummah Foundation Indonesia yang telah berjalan di sejumlah wilayah NTB. Hingga saat ini, yayasan tersebut telah membangun 64 masjid.

Tahun ini, pihaknya menargetkan pembangunan 14 masjid tambahan sehingga jumlahnya mencapai 80 masjid. Program tersebut menyasar pondok pesantren dan masyarakat yang membutuhkan fasilitas ibadah.

Zamroni menyebut, pihaknya melakukan verifikasi sebelum menentukan lokasi pembangunan. Al-Ummah Foundation memastikan bantuan diberikan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Kami melihat kebutuhan di lapangan. Kalau sudah ada masjid, kami tidak bangun di lokasi tersebut agar tidak menimbulkan persoalan,” jelasnya.

Ia berharap, pembangunan masjid di Greneng menjadi awal dari program lanjutan yang lebih besar.

Menurutnya, keberadaan satu fasilitas baru dapat membuka peluang hadirnya bantuan lain, seperti ruang kelas, ruang guru, dan fasilitas pendukung pesantren.

“Biasanya satu pembangunan akan memancing program-program lain yang akan datang,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait