Tanpa Hotel Baru, Kota Mataram Tetap Raup Triliunan dari Investor

Mataram (NTBSatu) – Hotel baru belum bertambah, tetapi Kota Mataram tetap menjadi incaran investor. Hingga triwulan II tahun 2025, total realisasi investasi telah menembus Rp1,215 triliun atau 69,44 persen dari target tahunan sebesar Rp 1,75 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, H. Amiruddin mengatakan, hingga akhir Juli, tak ada satu pun permohonan izin pembangunan hotel baru yang masuk.
“Untuk pembangunan hotel tidak ada ya tahun ini,” ujarnya, Jumat, 1 Agustus 2025.
Meski begitu, Amiruddin tidak menganggapnya sebagai kabar buruk. Menurutnya, geliat investasi Mataram justru sedang kuat di sektor lain seperti perdagangan, jasa, reparasi, dan telekomunikasi.
“Penyumbang terbesar PDRB kita ada di sektor jasa,” jelasnya.
Hotel Baru Tertunda, Kamar Hotel Bertambah
Amiruddin menambahkan, investasi perhotelan tahun ini umumnya berupa penambahan jumlah kamar, bukan pembangunan hotel baru. Hal ini diharapkan mengurangi defisit kamar yang ada di Mataram.
Sementara itu, sejumlah proyek hotel besar seperti pembangunan di samping Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan dua hotel milik BUMN masih tertunda.
“Bukan batal, hanya menunda. Mereka sudah tanya soal masa berlaku IMB setelah ada perubahan pengurus,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri menegaskan, Mataram tetap ramah terhadap investor, termasuk di sektor perhotelan.
“Kalau ada yang ingin bangun hotel, tentu akan kami fasilitasi,” katanya.
Melihat capaian hampir 70 persen target tahunan pada pertengahan tahun, Kota Mataram membuktikan diri sebagai daerah dengan iklim investasi yang sehat.
Meski tanpa tambahan hotel baru, modal triliunan rupiah terus mengalir, memperkuat roda ekonomi di Ibukota Provinsi NTB ini. (*)