Pariwisata

Gubernur NTB: Pringgasela Menenun Masa Depan NTB dengan Budaya dan Cinta

Mataram (NTBSatu) – Perhelatan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya ke-IX sukses digelar pada Minggu malam, 27 Juli 2025.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, Dr. H. Ahsanul Khalik menyampaikan, budaya bukan hanya warisan masa lalu. Melainkan jembatan menuju masa depan NTB yang berakar kuat dan berpijak kokoh pada nilai-nilai lokal.

“Hari ini, di tanah yang ditenun oleh sejarah nilai dan adat, kita disatukan oleh getar budaya dalam pertunjukan ‘Sembilan Kali Lahir(Nya)’. Ini bukan sekedar seni pertunjukan, tetapi cermin jiwa, pantulan ruh kolektif, dan doa masa lalu yang kini disulam menjadi pijakan masa kini dan masa depan,” tegasnya saat sambutan.

Menurutnya, Desa Pringgasela bukan sekedar nama geografis, melainkan “tenun hidup” dari peradaban yang diwariskan turun-temurun. Motif-motif yang tercipta bukan hanya pola visual di atas kain, tetapi cermin dari persatuan, kerja kolektif, dan pengabdian terhadap nilai luhur yang masyarakatnya jaga hingga hari ini.

“Tenun di sini bukan sekedar kain. Ia adalah bahasa. Ia bicara tentang ibu-ibu yang menenun dengan hati, lahir dari sepi yang bekerja, dan dari ritme alam yang menyatu dengan falsafah hidup. Bahwa gotong royong adalah bahasa langit, dan kebersamaan adalah takdir terbaik manusia,” lanjutnya.

IKLAN

Ajak Masyarakat Merawat Budaya

Ia menekankan, kegiatan budaya seperti ini bukan nostalgia, melainkan deklarasi masa depan. Sehingga, mngajak seluruh masyarakat untuk merawat dan mengembangkan budaya sebagai identitas sekaligus kekuatan pembangunan yang berbasis nilai.

“Kita membangun NTB bukan hanya dengan gedung-gedung tinggi dan teknologi canggih, tapi juga dengan cinta terhadap tradisi dan kearifan lokal. Budaya yang dihayati, bukan sekadar dipamerkan, akan mengakar kuat dan membawa kita ke masa depan yang lebih bermartabat,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, para pelaku budaya, serta seluruh masyarakat Pringgasela Raya atas kerja keras dan dedikasi dalam menghidupkan kembali denyut budaya lokal di tengah arus modernisasi yang deras.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemantik untuk mendidik anak-anak kita dengan cerita dan jati diri. Membangun wisata yang tidak hanya eksotik tapi juga etis. Dan melanjutkan semangat Pringgasela, membangun dari akar, menjahit dari bawah, dan menenun dengan cinta,” pungkasnya.

Turut hadir pada perhelatan ini Asisten Deputi Event Kedaerahan Kementerian Pariwisata RI, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur. Kemudian, Ketua DPRD Lombok Timur, Kepala Desa se-Pringgasela Raya, serta ribuan warga yang memadati lokasi pertunjukan.

IKLAN

Dengan mengusung tajuk “Sembilan Kali Lahir(Nya)”, pertunjukan budaya ini menjadi pengingat bahwa budaya tidak pernah mati. melainkan terus lahir kembali dalam bentuk-bentuk baru melalui generasi muda, karya seni, dan semangat desa yang tidak pernah lelah menjaga nilai. (*)

Berita Terkait

Back to top button