Lombok Timur

Lombok Timur Tetapkan Siaga Darurat Hadapi Ancaman El Nino

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menetapkan status siaga darurat untuk menghadapi ancaman El Nino. Langkah itu diambil agar penanganan kekeringan bisa dilakukan lebih cepat.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Mulyadi mengatakan, status siaga darurat mengacu pada prediksi BMKG. Pemkab juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami sudah menerbitkan SK siaga darurat terhadap prediksi El Nino sesuai prediksi BMKG,” ujarnya, kemarin.

IKLAN

Menurutnya, Pemkab Lombok Timur juga mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, BNPB, dan sejumlah instansi terkait. Rapat itu membahas langkah antisipasi, agar dampak El Nino tidak semakin luas.

Usai menetapkan status siaga, BPBD langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim tersebut bertugas memetakan sumber-sumber air yang masih bisa dimanfaatkan.

“TRC sudah bergerak memetakan potensi sumber air yang bisa didorong saat tanggap darurat,” ujarnya.

IKLAN

Hasil pemetaan itu menjadi dasar penanganan di lapangan. BPBD akan menyesuaikan langkah dengan kondisi masing-masing wilayah.

Jika tersedia sumber air bersih, BPBD akan mengutamakan pipanisasi. BPBD akan menyalurkan air bersih langsung ke permukiman warga.

Apabila suatu wilayah memiliki potensi air tanah, BPBD akan mengusulkan pengeboran sumur. Langkah itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Namun, jika kedua upaya tersebut tidak memungkinkan, BPBD akan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Kalau tidak memungkinkan pipanisasi maupun pengeboran, kami distribusikan air memakai tangki,” jelasnya.

Siapkan 30 Unit Mobil Tangki

Saat ini BPBD menyiapkan lima mobil tangki yang siap beroperasi setiap hari. BPBD dapat mengerahkan hingga 30 mobil tangki jika kebutuhan meningkat.

BPBD telah memetakan delapan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Keruak, Jerowaru, Sakra Timur, Sambelia, Sembalun, Pringgabaya, Suela, dan Wanasaba.

Jumlah itu masih bisa bertambah. BPBD memperkirakan potensi kekeringan dapat meluas hingga 11 kecamatan.

Lalu Mulyadi memperkirakan dampak El Nino tahun ini berada pada kategori moderat. Namun, musim kemarau akan berlangsung lebih lama.

“Prediksi kami moderat. Tetapi frekuensinya lebih panjang. Karena itu, kami memperkuat mitigasi sejak sekarang,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait