Pendidikan

Temu Teater Indonesia 2026 Hadir di Mataram, Satukan Praktisi Lintas Generasi

Mataram (NTBSatu) – Perkumpulan Nasional Teater Indonesia (Penastri) menggelar Temu Teater Indonesia 2026: Fragmen Tengah di Taman Budaya NTB, Mataram, pada 10-12 Juli 2026.

Forum ini menjadi ruang laboratorium penciptaan yang mempertemukan praktisi teater lintas wilayah, lintas disiplin, dan lintas generasi untuk membaca kembali perkembangan teater Indonesia pasca-Reformasi.

Penastri menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari kebutuhan mempertemukan pengalaman para pelaku teater dari berbagai daerah.

IKLAN

Selama ini, perkembangan teater tumbuh melalui ruang alternatif, festival, laboratorium, hingga jejaring antarkomunitas. Namun, pertukaran pengetahuan antarwilayah masih jarang berlangsung dalam satu ruang refleksi bersama.

Fragmen Tengah menjadi tahap pertama dalam rangkaian Temu Teater Indonesia. Wilayah yang menjadi fokus meliputi Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Melalui forum ini, Penastri ingin memetakan kembali perkembangan teater Indonesia berdasarkan karakter wilayahnya.

Konsep Laboratorium Penciptaan Terbuka

Berbeda dari seminar pada umumnya, kegiatan ini mengusung konsep laboratorium penciptaan terbuka. Seluruh proses berlangsung di atas panggung dan dapat masyarakat saksikan secara langsung.

IKLAN

Publik tidak hanya menyaksikan hasil akhir karya, tetapi juga proses berpikir, dialog, pertukaran pengalaman, hingga lahirnya pengetahuan artistik secara kolektif.

Laboratorium tersebut melibatkan 13 peserta yang terdiri atas aktor, penulis lakon, dan sutradara dari Indonesia bagian tengah. Selama tiga hari, peserta membahas praktik keaktoran, penulisan lakon, serta penyutradaraan dengan pendampingan para fasilitator.

Setiap sesi juga membuka ruang dialog lintas disiplin agar terjadi pertukaran pengetahuan antarpelaku seni.

Pembahasan mengacu pada tiga tema utama, yakni generasi dan regenerasi, platform, festival dan ekosistem, serta persilangan pengetahuan. Ketiga tema itu menjadi landasan untuk melihat perubahan metode artistik, perkembangan ruang alternatif, hingga hubungan teater dengan riset, teknologi, sastra, musik, tari, dan seni rupa.

Selain mempertemukan pelaku teater, Penastri juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti seluruh proses laboratorium. Kehadiran publik diharapkan memperkaya diskusi sekaligus memperluas budaya belajar dalam ekosistem teater Indonesia.

Luaran kegiatan mencakup pemetaan isu teater Indonesia bagian tengah, catatan laboratorium, dokumentasi, buku hasil Temu Teater Indonesia, serta penguatan jejaring antarpraktisi.

Program ini merupakan bagian dari MTN Lab, ruang penciptaan yang Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya inisiasi melalui residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas Kementerian Kebudayaan RI untuk mengembangkan dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait