Headline NewsPemerintahan

Abrasi Mengintai Pesisir NTB, Pemerintah Waspadai Kerusakan Habitat Laut

Mataram (NTBSatu) – Ancaman abrasi masih mengintai wilayah pesisir NTB. Fenomena ini bisa merusak habitat yang ada di dalam laut. Menghancurkan ekosistem pesisir dan merusak terumbu karang. 

Kepala Balai Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Abdul Wahab menyampaikan terhadap kondisi tersebut, pemerintah rutin melakukan edukasi kepada masyarakat. 

“Ini sebagai langkah mitigasi mencegah kerusakan ekosistem di laut,” kata Wahab, Senin, 11 Mei 2026. 

IKLAN

Wahab juga mengatakan, setiap minggunya pihaknya rutin melakukan patroli untuk memantau aktivitas masyarakat di laut. Khususnya di kawasan konservasi. Terutama, kegiatan yang mengancam keberlangsungan hidup terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya keanekaragaman bahari.

“Kami di balai itu melakukan patroli. Biasanya satu Minggu sekali kita lakukan, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kita yang berada di sekitar wilayah konservasi itu,” ungkapnya. 

Secara umum, kelautan di NTB masih dalam kondisi baik. Hanya saja ada beberapa titik yang mengalami kerusakan terutama akibat abrasi. Wahab tidak merincikan luas pesisir NTB yang rusak akibat pengikisan air laut ini.

“Saya kira ada data (Abrasi), kalau terkait data saya perlu melihat kembali biar tidak salah,” kata Wabah.

Berdasarkan data Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B), perairan laut NTB memiliki luas 29 ribu kilometer persegi yang kaya akan keanekaragaman hayati. Di antaranya, ekosistem terumbu karang seluas 76.420 hektar.

Di dalamnya hidup 700 spesies ikan terumbu karang dan 69 genus karang keras, potensi ini memiliki ekonomis pada sektor perikanan dan pariwisata. Sehingga pemerintah membentuk 17 kawasan konservasi di NTB.

Wahab mengatakan, dalam menjaga kawasan pesisir laut NTB pemerintah tidak bisa sendiri, namun membutuhkan dukungan dari stakeholder terkait termasuk perusahaan negara dan masyarakat lokal. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button